PADANG – Sejak dilantik 22 Juni 2015 lalu sebagai Kepala Dinas Pasar Kota Padang sekarang (Dinas Perdagangan-red), Endrizal secara bertahap mulai melakukan penataan sarana perdagangan di kota ini di samping melanjutkan pembangunan sarana dan infrastruktur.

Endrizal mengungkapkan, dalam menunaikan tugas tersebut ia menggunakan pola metode persuasif berkelanjutan, seperti halnya dalam membangun Pasar Raya Padang di samping pasar pembantu lainnya. Hal itu demi menjadikan Pasar Raya menuju pusat perdagangan dan destinasi wisata bagi ibukota Provinsi Sumatera Barat itu.

“Sebagaimana hal itu tertuang di dalam visi Kota Padang mewujudkan Kota Padang sebagai kota pendidikan, perdagangan dan pariwisata yang sejahtera, religius dan berbudaya. Kemudian juga merealisasikan bahagian dari 10 program unggulan (Progul) Walikota-Wakil Walikota Padang,” sebutnya kepada wartawan dalam Jumpa Pers di Ruang Media Center Pemko Padang, Rabu (4/4).

Beberapa bahagian dari 10 Progul itu diantaranya membangun Pasar Raya Padang dalam 2 tahun dan revitalisasi pasar-pasar pembantu. Lalu mendorong pertumbuhan ekonomi, mencetak 10.000 wirausahawan baru dan pengembangan ekonomi kreatif, UMKM serta pemberdayaan masyarakat petani dan nelayan. Selanjutnya juga merevitalisasi objek wisata Kota Padang menjadi wisata keluarga dan konvensi yang layak dan ramah.

Endrizal menyebutkan, adapun beberapa upaya yang dilakukan pihaknya dalam penataan sarana perdagangan sejauh ini antara lain, menjadikan 10 Progul pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2014-2019. Lalu membina sumber daya manusia (SDM) atau personil Dinas Perdagangan secara fisik dan mental, sekaligusmeningkatkan sistem dan jejaring usaha perdagangan serta berupaya mendapatkan dana CsR seperti dari Bank Danamon, Pegadaian, Bank Nagari, BNI dan BRI.

Kemudian itu tambahnya lagi, memperbanyak kerjasama dengan pihak ketiga untuk pembangunan lanjutan Sentral Pasar Raya (SPR), terminal dan gedung parkir serta fase 1-7, mencarikan solusi pemindahan pedagang kaki lima (PKL) dalam penataan melalui pola persuasif berkelanjutan. Kemudian meningkatkan fungsi koordinasi dengan OPD terkait dalam penataan kawasan pasar dan menjaga barang pokok, pengawasan berkelanjutan dan peningkatan pelayanan dan pengawasan kemetrologian.

“Kita sama-sama melihat bagaimana kondisi Pasar Raya Padang pasca gempa 30 September 2009 lalu. Akibat beberapa bangunan yang roboh sebagian besar pedagang pun memilih berjualan di luar pasar dan menjadikan seluruh jalan di pasar sebagai tempat berdagang sehingga menyebabkan kesemrawutan. Namun kita bersyukur, seiring berjalannya waktu, secara berangsur semuanya mampu ditata dan dibenahi secara baik hingga saat ini,” ungkapnya.

Sejak beberapa tahun belakangan, geliat Pasar Raya Padang memang terlihat seakan muncul lagi. Di samping proses penataan pedagang, pembangunan pun juga tengah berlangsung pesat. Bahkan pembangunan Pasar Raya Blok II, III dan IV sebagai pusat perbelanjaan pun dapat dilanjutkan dan diselesaikan secara baik.

Tak hanya itu, berbagai inovasi pun juga muncul.demi menggairahkan kembali suasana pasar tradisional yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Kota Padang itu. Salah satu diantaranya pembuatan Kapal Kuliner di kawasan Air Mancur, Taman Kuliner di halaman Fase VII, menyediakan kuliner malam di Simpang Kandang serta masih banyak lainnya.

“Alhamdulillah, kita bersyukur upaya yang dilakukan sejauh ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Hal itu tidak terlepas dari dukungan OPD terkait, stakeholder terutama kerjsama dan hubungan baik bersama para pedagang,” tukuknya mengakhiri.
 
Top