PADANG - Kunjungan lapangan Komisi II DPRD Kota Padang menindaklanjuti aspirasi serta tuntutan Persatuan Pedagang Pertokoan Komplek (P3K) IPPI, Kamis (7/2), ke Pasar Raya Padang dipimpin Koordinator Komisi II Wahyu Iramana Putra.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal didampingi Asisten II Setdako Padang Harmen Peri menerima kunjungan tersebut bersama sejumlah pedagang P3K IPPI.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang menyambut baik kedatangan rombongan wakil rakyat tersebut dan sangat memperhatikan para pedagang sehingga tidak ada yang dirugikan. " Semua pedagang mendapatkan hak yang sama", tegas Kadis.

"Dinas Perdagangan tetap berpijak sesuai dengan perjanjian dengan para pedagang. Tak satupun pedagang yang dirugikan semuanya mendapat tempat dan ukuran yang sama melalui loting. Bahkan sesuai dengan peruntukannya masing-masing," tukas Endrizal.

Dikatakannya Dinas Perdagangan tentu mengakomodir semua dan tidak hanya satu-satu dilakukan. Sementara Dinas Perdagangan sangat serius memperhatikan persoalan para pedagang.

"Setelah pasar selesai dibangun, para pedagang diundang di kantor Dinas Perdagangan. Hal ini membuktikan kepedulian pemerintah terhadap para pedagang di pasar," ujar Endrizal.

Makanya, kata Endrizal, Dinas Perdagangan mengakomodir perluasan tempat bagi para pedagang. Dinas Perdagangan tidak mengurangi sebagian lahan tempat berdagang, malahan siap melebihi tempat untuk para pedagang.

"Misalnya pedagang punya 12 meter dengan syarat harus berjualan di lantai dua blok dua atau di basement," tutur Endrizal.

Dia menjelaskan, semuanya sudah ada mekanismenya, makanya pada tahun 2018, Dinas Perdagangan membuatkan DED dan tidak mungkin langsung dicocokan dengan areal yang ada.

Sementara itu Koordinator Komisi II DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putera mengatakan, persoalan antara Dinas Perdagangan dengan para pedagang terkait masalah komunikasi, ini yang perlu diluruskan.

"Bahkan semua fasilitas untuk pedagang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Padang sangat baik. Semua pedagang tidak dirugikan namun sebagai wakil rakyat di DPRD tèntu menampung aspirasi rakyat. Selanjutnya persolan seperti ini jangan diperlebar-lebarkan. Marilah sama-sama kita cari solusinya," ajak Wahyu.

Untuk diketahui oleh para pedagang karena tahun berbeda tentu harganya dan luasnyapun beda, dan perlu pertimbangan.

"Namun yakinlah karena sudah nampak titik terangnya. Tidak ada sedikitpun pemerintah  berniat untuk menyengsarakan pedagang. Hal itu telah dibuktikan oleh pemerintah untuk membangun fasilitas yang lebih baik, bersih, nyaman untuk para pedagang dengan sedemikian bagusnya," sebut Wahyu.
 
Top