PADANG - Kepala Badan Penanggulan Bencana Nasional (BPN) Letjen TNI Doni Manardo berseru agar masyarakat Sumatera Barat lebih meningkatkan lagi kewasapadaan terhadap bencana. Dengan mengenali, menganalisa dan mencari solusi dari setiap jenis bencana yang akan terjadi.

Hal itu dikatakan Letjen TNI Doni pada Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana Tsunami dalam rangka Penanaman Sejuta Pohon di pesisir pantai Provinsi Sumatera Barat di aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Jumat (28/03/2019). Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) Kota Padang Edi Hasymi.

Lebih lanjut Letjen TNI Doni mengatakan, Provinsi Sumatera Barat terletak pada patahan ‘semangko’. Patahan ini adalah bentukan geologi yang membentang di pulau sumatera dari selatan ke utara. Yang membentuk pegunungan barisan, suatu rangkaian dataran tinggi di sisi barat pulau sumatera.

"Patahan pada zona ini apabila terjadi gempa dapat memicu terjadinya tsunami sebagaimana terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004," tutur Letjen TNI Doni.

"Dan juga, potensi gempa megathrus mentawai dengan skala 8.9 SR akan mendatangkan gelombang air laut dengan jangkauan hingga 12 Km dengan kecepatan 827 Km/jam,” ungkapnya.

Dengan demikian, Letjen TNI Doni menjelaskan, dengan penanaman pohon di area pantai dapat menjadi infrastruktur alami menahan laju air laut sehingga kerusakan terhadap daratan dapat berkurang.

"Menciptakan hutan pantai bisa menyerap tekanan air sampai 80%. Sehingga memberi daya tahan terhadap daya rusak daerah pantai," ujarnya.

Hasil dari kajian dan penelitian yang dilakukan BNPB, ada beberapa pohon yang cocok dijadikan untuk mitigasi bencana tsunami, diantaranya; pohon Mangrove, pohon Pule, Cemara Udang, Ketapang dan pohon Beringin.

“Program hutan pantai ini kita harapkan bisa mencapai satu juta bibit, sehingga seluruh bibir pantai Sumatera Barat dapat ditanami,” imbuhnya lagi.

Letjen TNI Doni juga menekankan kepada seluruh jajaran pemerintah yang ada di Sumatera Barat untuk berkomitmen dalam menanam pohon karena tidak ada lagi alternatif lain yang lebih gampang untuk mitigasi bencana selain menanam pohon.

“Kita tinggal beli bibitnya, lalu di tanam. Untuk itu mari sama-sama menanam pohon, jaga dan rawat dengan baik", tukuknya lagi.

Sejalan dengan itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, rapat koordinasi mitigasi bencana tsunami digelar sebagai bentuk keseriusan pemerintah untuk melaksanakan progam mitigasi bencana tsunami. Termasuk melalui penanaman pohon di pinggir pantai atau pembuatan hutan pantai.

Sementara itu, Dandim 0312 Padang Letkol CZI R.N Yudha Tri Ananda mengatakan, gerakan tanaman sejuta pohon telah dimulai dari Pantai Muaro Lasak dengan melibatkan jajaran TNI, Polri, Polda, Pemprov, Pemda.

“Hingga sore kemaren kita telah menanam sebanyak 3990 batang pohon di sepanjang Pantai Padang,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, penanam pohon ini akan terus dilanjutkan hingga pesisir pantai Kabupaten Pesisir Selatan. “Kita sudah kerja sama dengan Pemerintah Daerah Pesisir Selatan dan akan dilanjutkan hingga bagian akhir pantai Pesisir Selatan,” tukuknya.

Guna mempercepat pertumbuhan pohon, pihaknya menggunakan mikroba Bios 44. Melalui penggunaan Bios 44 ini dapat merangsang pertumbuhan tanaman. “Kita menargetkan  dalam lima tahun kedepan, seluruh daerah pesisir pantai Sumatera Barat sudah tertanam sehingga gerakan satu juta pohon ini dapat kita capai,” tutupnya.

Pewarta: Muliadi
Editor: Ulil Amri Abdi
 
Top