Gubernur Lampung Bangun Pilar Ekosistem Dan Holistik
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Program Satu Desa Satu Sarjana (STEM) dan Satu Desa Satu Hafiz Qur’an adalah terobosan strategis dibawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela (Jihan),
Melalui dua terobosan tersebut merupakan sebuah paradigma baru dalam pembangunan daerah, Manusia adalah Infrastruktur Terpenting. Dalam kaitan tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan lompatan besar dengan mengokohkan fondasi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui dua terobosan strategi.
Langkah yang diambil selama ini merupakan kelanjutan dari komitmen Gubernur Mirza yang telah menghapus beban uang komite sekolah di tahun 2025 kemarin, dan Kini, Pemprov Lampung hadir lebih jauh, bukan sekadar menggratiskan akses, melainkan menjamin masa depan anak-anak desa.
Pada konteks diatas Gubernur Lampung rahmat Mirzani menyampaikan dua pilar utama yang menjadi pedoman bersama pemerintah provinsi Lampung, diantaranya adalah
1.Meretas Batas, Menciptakan Inovator Lokal dari Pinggiran
Dalam paparan gubernur menyebutkan bahwa Pemprov Lampung memahami kemajuan sebuah daerah tidak boleh hanya berpusat di perkotaan. Melalui Program Satu Desa Satu Sarjana, Pemprov memberikan beasiswa bagi 2.500 putra-putri terbaik desa, khususnya anak-anak petani dan keluarga tidak mampu, untuk menempuh pendidikan tinggi (PT/Universitas) di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).Rabu (26/8/2026)
Menurutnya, Ini bukan sekadar program beasiswa biasa. Ini adalah strategi “rural brain gain”. Gubernur Mirza memiliki visi besar: menjadikan setiap desa di Lampung memiliki "aktor intelektual" lokal yang mampu menjadi motor penggerak inovasi.
“Kita tidak ingin desa hanya menjadi penonton kemajuan. Kita ingin desa menjadi sumber inovasi itu sendiri. Jika satu desa memiliki satu sarjana STEM, maka desa itu akan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dari teknologi pertanian presisi hingga efisiensi ekonomi kerakyatan,” ujar Gubernur
Kembali ia katakan, bahwa program tersebut diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat kualitas SDM di tingkat desa.
"Lampung membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang teknologi, mesin, industri, pertanian modern, serta berbagai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Karena itu pendidikan vokasi dan pendidikan berbasis keterampilan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM Lampung," terangnya
Ia menjelaskan pemerintah memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan dan membuka ruang pembangunan. Sedangkan perguruan tinggi menghadirkan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan SDM.
Dengan investasi besar ini, Pemprov Lampung optimis dapat memacu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ini adalah bukti konkret bahwa negara hadir, bukan hanya untuk meringankan beban, tetapi untuk mengangkat derajat dan daya saing masyarakat desa.
Dalam kaitan tersebut, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (FKIP Unila), Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd. menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM diperoleh melalui jalur pendidikan, untuk itu perlu adanya dukungan penuh dari dunia pendidikan.
"Pak Gubernur memiliki program satu desa satu sarjana, merupakan sebuah terobosan dan inovasi yang perlu kita dukung oleh semua pihak termasuk Insya Allah kami juga akan mendukung bagaimana menyiapkan lulusan dari setiap desa, dari SMA misalkan itu untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi terutama pada program sarjana," ujarnya
Menurut Albert, saat program sudah berjalan maka akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Lampung.
"Jangka panjangnya adalah IPM kita akan bisa tumbuh merangkak naik persentasenya, walaupun memang tidak semuanya dari unsur pendidikan, namun unsur pendidikan memegang peranan yang sangat penting," sambungnya
2. Memperkuat Karakter: Kolaborasi Strategis untuk Mencetak Generasi Qur’ani
Gubernur Mirza meyakini bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan kecerdasan spiritual. Sosok pemimpin yang ideal adalah mereka yang menguasai Iptek dan kokoh Imtaq-nya. Oleh karena itu, Pemprov Lampung bersinergi erat dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung untuk merealisasikan “Program Satu Desa Satu Hafiz Qur’an”.ungkapnya
Melalui program ini, Pemprov dan Baznas memberikan beasiswa khusus bagi para generasi muda desa untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Ini adalah upaya membangun peradaban dari hulu. Gubernur Mirza ingin memastikan bahwa desa-desa di Lampung tidak hanya melahirkan para insinyur dan ilmuwan, tetapi juga para penghafal Al-Qur’an yang akan menjadi penjaga moral bangsa.
“Di tangan para penghafal Al-Qur’an dan para sarjana STEM inilah masa depan Lampung dan Indonesia dipertaruhkan. Kita membangun manusia yang tidak hanya cerdas secara nalar, tetapi juga tangguh hatinya. Mereka akan kembali ke desanya untuk membawa keberkahan dan kemajuan,” kata Gubernur Mirza.
Persepsi Baru: Lampung Rumah bagi Generasi Emas
Lebih lanjut Gubenur mengatakan,.bahwa Melalui dua pilar utama ini, ia sedang membangun sebuah ekosistem pembangunan yang inklusif dan holistik. Ini adalah wujud nyata dari good governance yang berpihak pada kepentingan rakyat kecil. Tegasnya
Menurutnya,.Provinsi Lampung kini memiliki alasan kuat untuk optimis: masa depan mereka sedang disiapkan, bukan hanya dengan perbaikan jalan berupa cor beton dan gedung-gedung, tetapi dengan otak yang cerdas dan jiwa yang bersih.
Dengan demikian Pemprov Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, akademisi, hingga tokoh agama, untuk mengawal dan mensukseskan program ini. Karena membangun SDM bukan hanya tugas pemerintah, melainkan ikhtiar bersama menuju Lampung menjadi Provinsi yang Maju. (**)
