Beranda HIBURAN Sejarah Lontong Balap, ternyata penjualnya balapan untuk mendapatkan pembeli.

Sejarah Lontong Balap, ternyata penjualnya balapan untuk mendapatkan pembeli.

54
0
BERBAGI
download (8)

Nama balapan dalam benak kita hanya terdapat di bidang otomotif, balapan motor, balapan mobil maupun balapan sepeda. Namun kali ini bagaimana kalau lontong yang balapan? Lah kok bisa?? Bisa donk..Sebuah nama kuliner nusantara yang terdapat di Jatim tepatnya di Surabaya memiliki nama kuliner Nusantara yang terasa aneh ditelinga namanya Lontong Balap.

Nama lontong balap awalnya berasal dari sebutan dari pembeli/penikmat lontong balap itu sendiri, dirangkum dari berbagai sumber ternyata ada 2 versi yang bisa dibuat referensi, kenapa makanan Nusantara itu dinamakan LONTONG BALAP, berikut ulasannya :

Versi.pertama, Penjual lontong barat sebagian besar berada Jln semarang (kec. bubutan) mereka menjualnya menuju ke Pasar Wonokromo atau kebun Binatang Surabaya (dua lokasi ini berdekatan)
Penjual menggunakan gerobak dorong untuk menjajakan jualannya, agar mendapatkan pembeli disepanjang jalan yang dilewati, mereka mendorong gerobaknya dengan cepat sampe menuju pos terakhir yaitu di Pasar Wonokromo/Kebun Binatang dari jalan cepat ini menimbulkan kesan balapan sesama penjual, kemudian dikenal dengan nama lontong balap.

Versi kedua, dahulu lontong balap tidak dijual dengan gerobak dorong. Penjualnya memikul gentong berukuran besar dan berat untuk menampung kuah dan bahan-bahan yang lainnya. Karena gentong itu berat, penjualnya harus berjalan cepat seperti orang balapan.

Apapun versi sejarah nama yang unik tersebut, makanan nusantara ini adalah Salah satu yang melegenda yang disukai oleh warga Surabaya tentunya.
Makanan ini terdiri dari lontong, kecambah/tauge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal petis.
Kuah lontong balap terbuat dari campuran air kaldu, bumbu, dan bawang goreng. Yang paling dominan adalah penggunaan kecambah/taoge disajikan sampai.meluber diatas lontong dan kuahnya yang nikmat.(rangkuman dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here