BREAKING NEWS

Gelombang Besar Demonstrasi Sudutkan Donald Trump


DETAK NUSANTARA |Amerika Serikat,  Presiden Amerika Serikat Donald Trump Saat ini mengalami Kemelut domestik maupun Luar Negeri terhadap Ancaman demonstrasi besar-bearan yang terjadi, Minggu (29/03/2026)

Dikutip dari theguardian.com Demonstrasi yang terjadi bertajuk “No Kings”  dilakukan serentak di: 50 negara bagian AS dan 

Lebih dari 3.000–3.300 lokasi daintaranya  New York, Washington DC, Los Angeles, Chicago, Dallas, dan lain-lain, Bahkan meluas ke 15–16 negara lain di dunia. 

Jumlah Demonstran Diperkirakan mencapai jutaan orang, bahkan demonstrasi saat ini  disebut yang terbesar dalam sejarah AS.

Menanggapi Aksi demonstrasi tersebut presiden Amerika serikat Donal Trump Meremehkan aksi demo, ia menyebutnya tidak mewakili mayoritas rakyat dan i sebagai gerakan politik oposisi

Dari kubu Republik:, aksi ini sebagai gerakan “ekstrem kiri” ujar Ttump

Penyebab Utama Demo memprotes kebijakan Donald Trump, yang selama ini dianggap tidak manusiawi, terutama adalah  Keputusan perang dengan Iran, Kebijakan imigrasi yang ketat,. Biaya hidup meningkat, Pemotongan dana kesehatan & riset dan Tuduhan gaya kepemimpinan otoriter

Terpisah  Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyebut AS dan Israel mengatur 'konspirasi jahat'. Ia mengklaim mereka meniru desain drone Shahed-136 Iran dan memodifikasinya menjadi drone 'Lucas' untuk menyalahkan Teheran atas serangan drone di seluruh wilayah tersebut. Ujar Ebrahim

Pihaknya telah meluncurkan serangan rudal dan drone gelombang ke-67 dari operasi True Promise 4, 

"Kami membuka gerbang api dan penderitaan terhadap sarang tersembunyi tentara Amerika beserta peralatan radar mereka di kawasan, serta infrastruktur militer wilayah Palestina yang

diduduki," kata Jubir Militer Iran, Ebrahim dilansir dari kompas TV

Ebrahim juga berikan pesan menohok kepada Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Netanyahu.

"Nasib Saddam menanti Trump dan Netanyahu, para penjahat. Kehadiran kami di medan bukanlah kekalahan. Tuhan telah menutup jalan kekalahan bagi kami," ujar Ebrahim. (DN.01)