Gubernur Mirza Ajak Jaga Ekosistem Ubi Kayu
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Pemerintah Provinsi Lampung melakukan penataan kebijakan penetapan harga singkong yang bertujuan menciptakan keseimbangan (equilibrium) antara kesejahteraan petani dan keberlangsungan operasional industri.
Dari sisi harga, Pemprov Lampung terus memacu produktivitas melalui optimalisasi Cassava Center Pusat riset diproyeksikan menjadi hub pengembangan bibit unggul dan metode budidaya modern dengan melibatkan akademisi dan praktisi industri.
Ditengah agenda silaturahmi antara Gubernur Lampung Rahmat Mirza Djausal dengan pengusaha Industri tapioka Nasional yang berlangsung dihotel Santika pada hari Rabu (11/03) menyampaikan "Selama satu tahun ini kami terus belajar dan bekerja keras untuk menyatukan langkah dalam menjaga, mendesain, serta menstabilkan ekosistem ubi kayu di Provinsi Lampung," tentunya Lampung memiliki peran krusial dalam kedaulatan pangan dan industri nasional, di mana sekitar 70 persen industri tapioka nasional terpusat di Provinsi Lampung. Potensi besar ini, menurutnya, harus dikelola dengan regulasi yang tepat., papar Gubernur Mirza
"Lampung adalah daerah yang sangat kaya. Namun kekayaan itu harus kita atur dengan baik agar benar-benar menjadi kemakmuran bagi rakyat, sekaligus memberikan pertumbuhan yang sehat bagi dunia usaha,"
Ia mengajak untuk senantiasa bersama menjaga ekosistem ubi kayu Lampung, karena Singkong dan tapioka adalah kebanggaan kita. Jika petani semakin sejahtera dan industri semakin maju, maka ekonomi Lampung akan semakin kuat dan melompat lebih tinggi," ujar dia (DN.01)

