Itera Tembus 4 besar Sebagai Institusi Skala Nasional
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Berdasarkan Sumber informasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum melalui Subdirektorat Permohonan dan Layanan Paten dan rahasia dagang, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Institut Teknologi Sumatera (Itera) masuk dalam katagori 4 besar secara nasional, yang terdiri 122 permohonan paten, 17 paten dan 105 paten sederhana kisaran ditahun 2025, hal ini telah disampaikan oleh Kepala Pusat Kelola Kekayaan Intelektual (PKKI) Itera, apt. Tantri Liris Nareswari, S.Farm., M.S.Farm yang dilansir dari sumber humas itera.ac.id. sabtu (25/4/2026)
Selain itera yang menempatkan pada jajaran institusi lainya dengan kontribusi terbesar berskala nasional,diantarnya adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan 986 usulan, disusul Universitas Brawijaya dengan 129 usulan, serta Universitas Sumatera Utara hanya terpaut satu angka dengan Itera, yaitu 123 usulan.
“Masuknya Itera ke empat besar nasional merupakan hasil kerja kolektif sivitas akademika dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga dilindungi dan diarahkan untuk memberi dampak nyata”
Pada tahun sebelumnya, ujar, “tantri”, capaian ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, Itera masih berada di 10 besar nasional dengan total 114 permohonan, terdiri atas 22 paten dan 92 paten sederhana. “Peningkatan ini mencerminkan semakin kuatnya ekosistem inovasi di Itera, terutama dalam mendorong dosen dan mahasiswa untuk melindungi hasil risetnya melalui skema kekayaan intelektual,” ujarnya.
Dengan gemilangan capaian Itera yang masuk 4 besar, sebagai institusi yang berskala Nasional akan membawa kearah yang labih optimal. Dibagian terpisah Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, mengapresiasi kontribusi para inventor dari kalangan dosen dan mahasiswa, Pihaknya menilai capaian tersebut menjadi indikator tumbuhnya budaya riset terapan di lingkungan kampus teknologi tersebut. “Masuknya Itera ke empat besar nasional merupakan hasil kerja kolektif sivitas akademika dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga dilindungi dan diarahkan untuk memberi dampak nyata,” ujar Nyoman.
Penguatan budaya inovasi menjadi bagian dari strategi Itera dalam mempercepat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional, khususnya di bidang sains dan teknologi, Keberhasilan tersebut telah didukung oleh peran tim PKKI Itera yang mendampingi proses pendaftaran paten, di antaranya Selvi Misnia Irawati, M.T., Yunita Fahni, M.T., M. Gilang Indra Mardika, M.T., apt. Naura Nurnahari, M.S.Farm., serta Azry Ayu Nabillah, M.Pd.
Nyoman menambahkan, Itera akan menargetkan tidak hanya peningkatan jumlah, tetapi juga kualitas invensi melalui penguatan riset unggulan, kolaborasi dengan industri, serta percepatan hilirisasi hasil penelitian. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan inovasi secara lebih luas, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
Dengan ditatetapan capaian prestasi Itera yang diperoleh, akan bedampak positif sebagai kampus teknologi disumatera yang produktif sekaligus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, Dalam berkontribusi menuju visi Indonesia Emas 2045. (DN.001)
