Ultimatum Trump Disangkal Sejumlah Negara
DETAK NUSANTARA | AMERIKA, Presiden Donald Trump dalam unggahan video yang beredar disosial media mengancam dan mengultimatum Teheran jika kesepakatan tidak terpenuhi membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam, (4/4/2026)
Ultimatum yang dilontarkan Trump akan berdampak tingginya konstelasi politik dunia ditengah kecaman dan diplomasi yang terkesan berubah-ubah,.Hal ini juga menjadi perhatian serius Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang dalam ungkapan dikutip dari Antaranewscom saat macron berada di soul,." untuk tidak menanggapi komentar Trump."
Menurut macron, isu yang disampaikan Trump semestinya mengarah pada isu isu global terkait dampak terhadap ekonomi global, konflik bersenjata Dan perlindungan warga sipil, ujarnya
Sementara komentar yang disampaikan Menteri Industri dan Teknologi UEA, Sultan Ahmed Al Jaber, mengatakan Selat Hormuz sangat vital bagi dunia, gangguan di sana bisa memicu kenaikan harga minyak dan berdampak global, jalur tersebut harus tetap aman, terbuka, dan dijaga bersama oleh semua negara..
Menanggapi ultimatum Trump, Iran melalui Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi terhadap ungkapan trump yang menyebutkan Iran akan bernegosiasi adalah sebagai informasi yang "palsu dan tidak berdasar". Ia tegaskan kembali "tidak ada negoisasi" ungkap Seyed Abbas (DN.001)
