DPRD Bandar Lampung Apresiasi Transportasi Berbasis Teknologi
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Agus Djumadi, A.Md pada hari kamis (30/4) memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Institut Teknologi Sumatera (Itera) di Gedung DPRD Kota Bandar Lampung, Terkait pembahasan pengembangan transportasi publik berbasis teknologi yang diinisiasi perguruan tinggi. Dilansir dari humas itera lampung, Minggu (3/5/2026) Dalam forum yang dilaksanakan tersebut dihadiri
Anggota Komisi III Agus Widodo., S.T.P., Rizaldi Adrian., S.E., Agung Zawil
Afkar Al Muhtad, dan Wiwik Anggraini., S.H., perwakilan Dinas Perhubungan Kota
Bandar Lampung, Kepada Bidang Angkutan Jalan Achmad Ridhotama Sudirman, S.STP.,
M.M. Sementara dari tim Smart BRT Itera hadir Ir. Muhammad Abi Berkah Nadi,
S.T., M.T., Ir. Bernaditha Catur Marina, S.T., M.T., Dr. Goldie Melinda
Wijayanti, S.T., M.T., Verlina Agustine, S.P.W.K., M.P.W.K., Ir. Jamaludin,
S.T., M.Sc., dan Anisa Ensa Putri Pengoperasian layanan transportasi publik cerdas Smart BRT Itera rute Kampus Itera–Mall Boemi Kedaton, Mendapat apresiasi langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Agus Djumadi, menurutnya Kehadiran bus berbasis teknologi tersebut dinilai menjadi langkah awal menuju sistem transportasi perkotaan yang lebih modern dan terintegrasi. Agus menilai,Smart BRT Itera bukan sekadar
tambahan moda transportasi, melainkan sinyal perubahan menuju layanan angkutan
massal yang lebih efisien dan berkelanjutan. “Kami
mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan Itera, Prototipe ini sangat baik
untuk dijadikan pilot project dalam menciptakan sistem transportasi publik yang
berkelanjutan di Bandar Lampung,” ujarnya Bahkan, kata Agus Djumadi, Smart BRT Itera bukan sekadar tambahan moda transportasi, melainkan sinyal perubahan menuju layanan angkutan massal yang lebih efisien dan berkelanjutan, Meski demikian, pengembangan dan pengelolaan transportasi publik tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Karena itu, Smart BRT Itera diharapkan dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan transportasi perkotaan ke depan.Dikesempatan yang sama dalam forum tersebut, dosen
Itera sekaligus tim pengembang Smart BRT, Muhammad Abi Berkah Nadi,
menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD, Pemerintah Kota Bandar Lampung, dan
Dinas Perhubungan terhadap operasional layanan tersebut. Sebab kata Abi, Smart BRT Itera dikembangkan bukan hanya
sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi kampus dalam
mendorong masyarakat kembali menggunakan angkutan publik. “Tujuan kami
mendorong masyarakat kembali menggunakan transportasi publik sekaligus
menghadirkan pengembangan teknologi hasil riset dan inovasi dari Itera,” kata
Abi. Pihak pengelola menyebut evaluasi rute akan
dilakukan secara berkala menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi di
lapangan, Saat ini Smart BRT Itera melayani rute Kampus Itera–Mall Boemi
Kedaton dengan tarif flat Rp5.000. Bus beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00
WIB hingga 18.00 WIB. Selain itu Smart BRT Itera dilengkapi sejumlah fitur
digital, mulai dari pelacakan armada secara real-time melalui aplikasi,
pembayaran non-tunai menggunakan QRIS dan TapCash, hingga kamera pengawas
berbasis artificial intelligence (AI). Sistem tersebut dikembangkan bersama
mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Itera. Selain itu, armada juga
menyediakan fasilitas wifi gratis bagi penumpang selama perjalanan (DN.001)
|

