Lampung Angka Inflasi Terendah Secara Nasional

 

DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Sekretaris jendral (Sekjend) kemedagri, Tomsi tohir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah  mengingatkan para pejabat daerah agar tidak mengabaikan kenaikan harga meskipun dalam nominal yang kecil, Karena kata Tomsi, akumulasi kenaikan harga harian akan sangat membebani masyarakat.

Disadur dari sumber kominfotik Lampung  secara khusus , melalui Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang), Liza Derni , yang berlangsung secara daring di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Selasa (5/5/2026), Tomsi menyebutkan "Ada sejumlah provinsi, kabupaten, dan kota yang angka inflasinya masih berada di atas rata-rata nasional (2,42%) serta melampaui batas ideal sebesar 2,5%." 

Berdasarkan data yang dipaparkan, beberapa komoditas pangan masih menunjukkan tren kenaikan di sejumlah wilayah. Minyak goreng mengalami kenaikan di 240 kabupaten/kota, disusul bawang merah di 227 daerah, gula pasir di 193 daerah, dan cabai merah di 148 daerah. Selain itu, komoditas beras juga menjadi perhatian karena masih mengalami kenaikan di 116 daerah.

"Walaupun naiknya Rp100, Rp200, Rp500, itu tetap naik. Saya tidak ingin para peserta rapat dengan kenaikan harga-harga yang seperti itu merasa 'ah naiknya seperti itu'. Ya kalau setiap hari naiknya 100-100-100 kan akan terasa. Naik Rp100 pun tidak boleh terjadi harusnya, terutama berkaitan dengan komoditas yang diatur oleh pemerintah," kata Tomsi 

Dengan demikian pemerintah pusat melalui Sekjen Kemendagri menyampaikan apresiasi kepada daerah yang berhasil menekan angka inflasi hingga berada di posisi terendah. 

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menerangkan ; secara nasional kondisi inflasi Indonesia pada April 2026 berada pada angka yang terkendali, yakni 0,13% secara bulanan (month-to-month) dan 2,42% secara tahunan.

"Secara tahunan (y-on-y), April 2026 dibandingkan dengan April 2025, inflasi sebesar 2,42%. Secara tahun kalender atau biasa year-to-date, perbandingan April 2026 terhadap Desember 2025 adalah 1,06%," ujar Ateng.

ia menekankan kendati demikian, meski terdapat tekanan pada sektor transportasi akibat kenaikan harga avtur, beberapa daerah menunjukkan performa yang baik dalam menekan laju harga kebutuhan pokok.

"Kalau kita cermati provinsi-provinsinya berdasarkan year-on-year-nya, ini yang terendah adalah Provinsi Lampung, mengalami inflasi di April secara year-on-year-nya 0,53%," kata Ateng.

Rendahnya angka inflasi di Lampung menunjukkan efektivitas sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga rantai pasok dan stabilitas harga pangan.

BPS mencatat secara Nasional,.beberapa komoditas pangan seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan telur ayam ras memberikan andil deflasi yang cukup besar pada bulan April, sehingga mampu meredam gejolak inflasi nasional. Di sisi lain, pemerintah daerah diminta tetap waspada terhadap kelompok pengeluaran transportasi dan penyediaan makanan minuman yang masih menunjukkan tren kenaikan.

 "Meskipun kita mengalami inflasi month-to-month yang relatif rendah, tetapi perlu untuk diwaspadai tadi ada beberapa komoditas yang masih year-on-year-nya itu cukup tinggi sekali," terang Ateng. (DN.001)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Lampung Angka Inflasi Terendah Secara Nasional
  • Lampung Angka Inflasi Terendah Secara Nasional
  • Lampung Angka Inflasi Terendah Secara Nasional
  • Lampung Angka Inflasi Terendah Secara Nasional
  • Lampung Angka Inflasi Terendah Secara Nasional
  • Lampung Angka Inflasi Terendah Secara Nasional