Realestat Indonesia Bagian Implementasi Asta Cita Nasional

DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal memberikan apresiasi dan menyambut baik  kepada Realestat Indonesia (REI) atas kepercayaan menjadikan provinsi Lampung sebagai tuan rumah pelaksanaan hari ulang tahun REI Ke-45 yang telah berlangsung selama tiga hari  pada 5–7 Mei 2026.

Ulang tahun REI yang berkolaborasi dengan Pemerintah provinsi Lampung, akan memberikan dampak positif dalam investasi domestik. 

Acara yang mengusung tema "Membangun Kebersamaan dan Solidaritas REI Menuju Bangkitnya Industri Properti " telah diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia."

Ditengah agenda ramah tanah yang dilaksanakan di Mahan Agung, Selasa (05/05/2026), gubernur Mirza pada kesempatan itu  menilai REI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional, khususnya di sektor perumahan dan properti.

"REI bukan sekadar organisasi pengusaha, tetapi mitra pemerintah dalam membangun Indonesia. Selama 54 tahun, kontribusi REI sangat besar dalam membantu pemerintah dalam mengembangkan Nusantara ini. REI kedepan bagi saya di Provinsi Lampung adalah mitra kami kedepan dalam melakukan transformasi ekonomi," ujarnya.

Ia  sektor properti memiliki dampak luas terhadap perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga pemerataan pembangunan,  setiap pembangunan satu unit rumah mampu membuka tiga hingga empat peluang kerja baru.

Ia katakan lagi, program pembangunan perumahan, termasuk rumah subsidi, menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional, sejalan dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Bagi kami, REI menjadi alat negara untuk mengimplementasikan asta cita yang ada di negara ini," lanjutnya.

Lebih lanjut ia, memaparkan potensi besar Provinsi Lampung yang tengah mengalami transformasi ekonomi. Selama ini, perekonomian Lampung bertumpu pada sektor pertanian seperti padi, jagung, dan singkong.

Dalam satu tahun terakhir di provinsi Lampung terjadi perbaikan signifikan, termasuk penurunan angka kemiskinan hingga sekitar satu persen atau setara dengan 100 ribu keluarga. Peningkatan harga komoditas pertanian dinilai menjadi salah satu faktor pendorong utama.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga tercermin dari meningkatnya daya beli masyarakat. Penjualan kendaraan bermotor di Lampung, misalnya, tercatat naik hingga 20–28 persen dalam beberapa bulan terakhir, serta peningkatan minat melanjutkan pendidikan tinggi yang mencapai sekitar 25 persen.

Kedepan ujar Gubernur,  Lampung akan fokus pada transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, pengembangan pariwisata, serta penguatan sektor pendidikan. Ia juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha properti untuk berinvestasi di Lampung.

"Pak Prabowo telah menetapkan Lampung menjadi pusat hilirisasi komoditas yang ada di Sumatera jadi, fokusnya pemerintah pusat melakukan hilirisasi komoditas di Provinsi Lampung. Ini akan mendorong tumbuhnya kawasan industri, pariwisata, dan tentunya kebutuhan properti. Kami juga akan memberikan berbagai insentif untuk menarik investasi," katanya.

Pada realita yang sebenarnya, Lampung memiliki keunggulan strategis sebagai pintu gerbang ekspor di Sumatera dengan dukungan pelabuhan yang mampu melayani kapal besar. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembangan industri dan kawasan ekonomi baru.kata Gubernur 

Dengan demikian ia mengajak seluruh insan properti untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional. 

"Teruslah membangun dengan hati, karena saya yakin setiap rumah yang Bapak Ibu bangun adalah tempat tumbuhnya harapan dan kebahagiaan bagi warga kita yang ada di negara ini,"tegas dia

Hal yang tidak terkesampingan,  Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menyampaikan ihwal,. pelaksanaan HUT REI di Lampung memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah. Dan memperkirakan perputaran uang selama kegiatan mencapai puluhan miliar rupiah, seiring dengan kehadiran ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

Hal yang cukup menarik, pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri properti dalam mengatasi backlog perumahan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Setiap investasi di sektor perumahan memberikan efek berganda yang besar terhadap ekonomi. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan REI menjadi kunci dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat," ujarnya.

Ia berharap dengan terselenggaranya  HUT ke-54 ini, REI akan semakin memperkuat perannya sebagai motor penggerak industri properti nasional sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (DN.001)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Realestat Indonesia Bagian Implementasi Asta Cita Nasional
  • Realestat Indonesia Bagian Implementasi Asta Cita Nasional
  • Realestat Indonesia Bagian Implementasi Asta Cita Nasional
  • Realestat Indonesia Bagian Implementasi Asta Cita Nasional
  • Realestat Indonesia Bagian Implementasi Asta Cita Nasional
  • Realestat Indonesia Bagian Implementasi Asta Cita Nasional