Perkelahian Siswa Jadi Sorotan DPRD Bandar Lampung
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Segenap rombongan komisi IV DPRD kota bandar Lampung melakukan kunjungan dan peninjauan ke SMPN 44 Bandar Lampung terkait telah terjadi insiden kekerasan yang melibatkan dua peserta didik sehingga menyebabkan di salah satunya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis, Selasa (2/6/2026)
Rombongan Komisi IV yang hadir diantaranya Ketua Komisi, Asroni Paslah bersama Sekretaris Komisi, Muhammad Suhada serta anggota Sulistiani, Muhammad Niki Saputra, Dewi Mayang Suri Djausal, Agus Purwanto, dan Muhammad Ariesman Akbar.
Tujuan mereka datang guna memperoleh informasi langkah langkah yang ditempuh pihak sekolah dalam penanganan persoalan dan juga ingin mengetahui perihal kronologi kejadian serta mengetahui kondisi kedua anak yang terlibat,
Menyoroti peristiwa itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, meminta pihak sekolah menjelaskan secara rinci perkembangan kondisi kedua peserta didik dan memastikan hak mereka untuk tetap memperoleh pendidikan tidak terganggu pascakejadian.
Pihaknya menilai atas peristiwa kejadian itu harus menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak terulang di kemudian hari.
"Peristiwa seperti ini tentu sangat disayangkan. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Karena itu, perlu ada langkah pencegahan yang lebih kuat ke depan," ujar Asroni.
Hal serupa dikatakan anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Dewi Mayang Suri Djausal, ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap perubahan perilaku peserta didik di lingkungan sekolah.
Sekolah perlu memperkuat pengawasan dan komunikasi dengan siswa agar potensi konflik dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi tindakan yang membahayakan. Ujar mayang
"Pendampingan mental dan psikologis sangat penting agar anak-anak yang terlibat dapat pulih dengan baik serta terhindar dari trauma berkepanjangan," kata Mayang.
Pihaknya meminta sekolah melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap peserta didik yang menunjukkan perubahan sikap atau mengalami permasalahan sosial di lingkungan pergaulan.
Menurut Mayang, berbagai bentuk perundungan, ejekan, maupun konflik antarteman perlu ditangani sejak dini karena berpotensi memicu dampak yang lebih serius jika dibiarkan. Katanya
Melihat kepedulian DPRD bandara Lampung atas peristiwa yang terjadi, Kepala SMPN 44 Bandar Lampung, Udina, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta berbagai pihak terkait untuk menangani persoalan tersebut.
Dikatakan olehnya ,berdasarkan informasi yang diperoleh sekolah, insiden terjadi diduga dari konflik antar peserta didik yang telah berlangsung sebelumnya. Namun demikian, seluruh proses penanganan tetap diserahkan kepada pihak berwenang dengan mengedepankan pendekatan perlindungan anak.
"Sejak kejadian berlangsung, kami langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan berjalan dengan baik dan memberikan perlindungan kepada semua anak yang terlibat," ujar Udina.
Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa keluarga kedua peserta didik telah menempuh jalur musyawarah dengan pendampingan pihak kelurahan dan instansi terkait. ( ** )
