Hutang Tidak Ditepati, Nama Camat Tambusai Terseret
DETAK NUSANTARA | RIAU – Aroma kopi yang biasa menenangkan di sebuah coffee shop di kawasan Jalan Lingkar Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, kini berganti ketegangan. Sang pemilik kedai, Mansyur Hasibuan, tengah dirundung kecewa.
Penyebabnya, ulah DK yang merupakan keponakan Camat Tambusai. DK datang membawa tiga orang temannya dan meninggalkan tagihan makanan dan minuman senilai hampir Rp5 juta.
Persoalan ini menjadi sorotan lantaran sang penunggak hutang kerap membawa-bawa nama sang paman, Muammer Ghadafi, S.Sos., yang saat ini menjabat sebagai Camat Tambusai.
Awalnya Konsumen Biasa, Tagihan Menggunung
Kepada awak media , Mansyur bercerita, DK awalnya datang sebagai konsumen biasa. Namun lama-kelamaan kebiasaan menunda pembayaran menjadi pola. Alih-alih melunasi setiap kali berkunjung, tagihan justru terus menggunung hingga mencapai jutaan rupiah.
Puncaknya, akses komunikasi ke DK mendadak terputus. Janji tinggal janji, sementara keberadaan DK kini tidak diketahui.
Frustrasi karena modal usahanya tersendat, Mansyur akhirnya melayangkan protes terbuka. Ia mendesak agar Camat Tambusai secara moral ikut bertanggung jawab atas kelakuan keponakannya yang dinilai merugikan pelaku usaha mikro.
“Kami ini hanya pelaku usaha kecil yang mencari nafkah. Modal usaha kami berputar di situ,” ujar Mansyur dengan nada kecewa. Menurutnya, keterlibatan nama pejabat publik dalam kasus ini seharusnya membuat pihak keluarga lebih bijak dan segera turun tangan menyelesaikan.
Camat: Hanya Sanggup Bayar Rp1,25 Juta
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Camat Tambusai, Muammer Ghadafi. Dalam klarifikasinya, Camat menyarankan agar awak media langsung meminta keterangan kepada orangtua DK.
Namun ia tidak menampik pernah ada pembicaraan dan menyanggupi ingin membayar tagihan DK.
"Ya benar, saya pernah ingin membayar tagihan atas nama DK saja, yang tiga orang lain saya tidak sanggup," ujar Muammer Ghadafi, S.Sos, Jumat 17/07.
Camat mengaku hanya bersedia membayar sebesar Rp1.250.000 dari total hampir Rp5 juta.
Pemilik Kedai Tolak, Merasa Dipermainkan
Tawaran membayar sebagian itu langsung ditolak Mansyur. Ia menyebut DK sendiri yang beralasan ingin menjemput uang ke rumah dan meminta kasir ikut menemaninya.
"Di tengah perjalanan kasir diminta menunggu karena DK ingin mengambil uang ke rumah. Setelah lama menunggu tidak juga kembali dan menghilang sampai sekarang," kata Mansyur.
"Saya jelas tidak terima, karena DK sendiri yang mengaku ingin membayar tagihannya dan minta ditemani untuk mengambil uang. Kami merasa dipermainkan oleh DK, ditambah lagi jawaban Camat yang hanya ingin membayar sebagian saja dari tagihan itu," ujar Mansyur. (DN.016)
