Gempa Bumi NTT , Pemerintah Gelar Rakor Darurat
DETAK NUSANTARA | NUSA TENGGARA TIMUR, Provinsi Nusa tenggara timur dilanda bencana Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang dibeberapa wilayah sejak hari Sabtu (15/08) yang menyebabkan 47 orang tewas dan 5.000 lainnya mengungsi, Minggu (16/8/2026)
Data informasi sementara yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Lokasi para korban yang tewas itu berada di Kabupaten Sikka 5 jiwa, Kabupaten Manggarai 23 jiwa, Manggarai Timur 17 jiwa, Ende 1 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, dan sekitar 5.000 orang mengungsi dari kediamanya.
Informasi terbaru pada pemutakhiran
data per Minggu (16/8), konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini
terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. Sedangkan di Kabupaten
Manggarai, jumlah pengungsi mencapai total 2.078 jiwa. Ratusan pengungsi
lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa.
Sementara pemerintah
saat ini mengambil langkah cepat dan terpadu dalam penanganan pascabencana gempa
bumi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Yang meliputi pembentukan posko bencana terpadu di
wilayah terdampak hingga percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur
utama.
Dalam kesempata itu
sebagaimana yang dikutip dalam BPMI Setpres,
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko
PMK) Pratikno dalam keterangannya kepada awak media usai menggelar rapat
koordinasi (Rakor) penanganan darurat pascabencana gempa bumi pada Minggu, 16
Agustus 2026, di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT ,mengatakan “Tadi sudah disampaikan,
ini akan segera dibentuk posko. Dalam hari kedua ini sudah terbentuk posko,
pemerintah pusat ada posko, posko nasional. Nanti Kepala BNPB sampaikan bahwa
bantuan logistik dari Jakarta, dari daerah lain terkonsolidasi nanti di Halim,
dikirimkan ke sini,” terang Menteri Pratikno.
Menurut Menko PMK, dalam tahap tanggap darurat, pemerintah
memprioritaskan penyelamatan dan pemulihan warga serta wilayah terdampak.
Pemerintah juga akan segera memulihkan infrastruktur utama agar dapat kembali
berfungsi dalam waktu sesingkat-singkatnya.
“Dalam
tahap tanggap darurat ini, yang utama tentu saja adalah menyelamatkan warga
yang terdampak, kemudian mengembalikan infrastruktur yang rusak agar segera
fungsional, apakah itu jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, kemudian juga
jaringan internet dan lain-lain, itu recover dalam waktu
sesingkat-singkatnya,” ujarnya.
Lebih
lanjut, Menteri Pratikno menuturkan bahwa pemerintah juga berkomitmen melakukan
pemulihan secara berkelanjutan melalui pembangunan kembali wilayah terdampak.
Selain itu, Menteri Pratikno menuturkan bahwa pemerintah akan memperkuat
ketangguhan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Bencana
tidak bisa sepenuhnya kita hindari, tapi kita harus membangun pemda yang
tangguh, masyarakat yang tangguh, infrastruktur yang tangguh, dan juga
masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana,” katanya.
Dalam
kesempatan tersebut, Menteri Pratikno menegaskan bahwa langkah cepat dan
terpadu yang dilakukan pemerintah menjadi wujud nyata kehadiran negara di
tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi bencana. Menurutnya,
sinergi dan sinkronisasi seluruh jajaran pemerintah menjadi hal penting untuk
memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat.
“Pemerintah
pusat ini benar-benar full team hadir ke
sini. Hadir ke sini. Masing-masing menanyakan ada problem apa dan apa
yang sudah dilakukan, apa yang akan dilakukan, dan seterusnya. Jadi,
sinkronisasi ini menjadi sesuatu yang sangat penting karena memang resources pusat
untuk tanggap darurat dan juga rehab-rekon ini sangat besar,” tegasnya.
Menteri
Pratikno turut menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban bencana.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan
pemerintah dalam mempercepat penanganan tanggap darurat serta mendukung proses
rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Kami
menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban, dan mohon kepada
seluruh jajaran masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah,
pemerintah pusat, segera melakukan aksi cepat dalam tanggap darurat dan
mendukung secepatnya rehab-rekon,” tandasnya.(**)

