Tim Polri Lakukan Edukasi Pencegahan Karhutla Dikalimantan

DETAK NUSANTARA | KALiMANTAN BARAT -  Kepala Kepolisian (kapolri) Republik Indonesia mengerahkan sejumlah personal yang terdiri dari mahasiswa S2 STIK angkatan 16 dan serdik, Hal ini dilakukan seiring telah dikeluarkannya instruksi Presiden Republik melalui kapolri.

Aksi solidaritas yang dilakukan polri dalam rangka  melaksanakan edukasi dan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Kayong Utara.

Berikut Tim personal kepolisian yang diterjunkan. Untuk dilapangan diantaranya , tiga perwira polisi yaitu Iptu Andrea Azmi Azhari, Iptu Surya Setiawan, dan Iptu Maulana Diki, dan dua siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), yaitu Darmono dan  Ribut.

Mewakili dari tim kepolisan Iptu Andrea Azmi Azhari mengatakan  bahwa setibanya di Kayong Utara, tim langsung bergerak menghampiri warga secara mendatangi rumah ke rumah (door to door) untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan.

Ia jelaskan, Jadi kami tiba di Kayong Utara tadi malam kemudian langsung melaksanakan pembinaan dan penyuluhan dengan skema door to door pada masyarakat dan mengingatkan bahwa pentingnya untuk tidak membuka lahan semaksimal mungkin dengan cara dibakar,” kata Iptu Andrea saat dikonfirmasi, 

“Bisa juga dengan cara-cara yang lain seperti nyingsing menggunakan parang dan sebagainya. Ataupun kalau misalnya memang harus menggunakan cara dibakar itu betul-betul diawasi dan juga betul-betul dijaga sehingga apinya tidak menyebar ke lahan-lahan yang lain,” ujarnya Jumat kemarin (28/8/2026).

Menurutnya, Langkah preventif tersebut sengaja digencarkan mengingat kondisi kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat yang mulai memprihatinkan akibat dampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Kabut asap terpantau cukup pekat dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masuk dalam kategori tidak sehat. 

“Jadi setelah kita berada di Kayong ini terutama di Kalimantan Barat kita merasakan bahwa kabut asapnya cukup pekat. Terus indeks udaranya juga tidak bagus,” katanya 

Lebih lanjut ia katakan, bahwa Pembakaran lahan yang tidak terkendali dinilai mengancam stabilitas perekonomian daerah serta mengganggu aktivitas belajar-mengajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

“Tentunya hal ini dapat mengganggu perekonomian Kalimantan Barat dan juga dapat mengganggu proses belajar mengajar pendidikan baik itu SD, SMP maupun SMA,” tandasnya 

Ia Pberharap kesadaran masyarakat dapat meningkat sehingga praktik pembakaran lahan secara sembarangan tidak terulang kembali di masa mendatang, dan berharap curah hujan segera turun untuk membantu meredakan kabut asap.

“Ya jadi betul-betul kita berharap hujan segera bisa turun dan juga masyarakat di kemudian hari tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang tidak semestinya terjadi seperti itu,” tegasnya (**)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tim Polri  Lakukan Edukasi Pencegahan Karhutla Dikalimantan
  • Tim Polri  Lakukan Edukasi Pencegahan Karhutla Dikalimantan
  • Tim Polri  Lakukan Edukasi Pencegahan Karhutla Dikalimantan
  • Tim Polri  Lakukan Edukasi Pencegahan Karhutla Dikalimantan
  • Tim Polri  Lakukan Edukasi Pencegahan Karhutla Dikalimantan
  • Tim Polri  Lakukan Edukasi Pencegahan Karhutla Dikalimantan