Enam Bakal Calon Rektor Unila Jalani Tes Kejiwaan
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lampung periode 2027–2031 kini memasuki fase penentu stabilitas mental dan kepemimpinan para kandidat. Setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan fisik, sebanyak enam Bakal Calon Rektor (Bacarek) Unila merampungkan evaluasi psikologis serta kesehatan jiwa dan rohani di Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara (RS ARP).
Asesmen kejiwaan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada
Rabu hingga Kamis (9–10 September 2026), menjadi salah satu penyaring utama
untuk menguji ketahanan stres, stabilitas emosi, hingga kesiapan integritas
para figur calon nahkoda perguruan tinggi negeri tersebut.
Baca Juga : Persaingan Sengit Enam Bakal Calon Rektor Unila
Daftar Enam
Kandidat Rektor
Enam akademisi yang mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan
kejiwaan ini terdiri dari:
1.Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D.
2.Dr. Budiyono, S.H., M.H.
3.Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes.
4.Prof. Rudy, S.H., LL.M., LL.D.
5/Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si.
6.Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H.
Alur Evaluasi
Kejiwaan dan Kesehatan Mental
Direktur RS ARP, drg. Helen Veranica, M.Kes., memaparkan bahwa
alur pengujian dirancang secara cermat guna memotret kondisi psikologis
kandidat secara menyeluruh. Proses evaluasi terbagi menjadi dua tahapan
mendasar:
a.Ujian Tertulis Massa: Para kandidat
diminta menyelesaikan 567 soal asesmen tertulis di bawah supervisi dan panduan
langsung psikolog klinis.
b.Wawancara Klinis Mendasar: Setelah
pengerjaan lembar soal, setiap Bacarek menjalani sesi tatap muka dan wawancara
klinis mendalam bersama psikiater atau dokter spesialis kedokteran jiwa.
Baca Juga : 4 Pendaftar Bacarek UNILA Periode 2027
“Pemeriksaan kejiwaan ini bukan sekadar pemenuhan syarat kelengkapan berkas, melainkan standar krusial untuk memastikan calon pimpinan Unila memiliki ketahanan mental yang prima serta kejujuran moral dalam mengelola institusi.”
Menjaga
Integritas Kerahasiaan
Hasil evaluasi kejiwaan dan rohani tidak dipublikasikan secara
terbuka kepada umum, melainkan akan diserahkan langsung oleh manajemen RS ARP
kepada Panitia Pilrek Unila dalam dokumen rahasia tersegel.
Baca Juga : UNILA Buka Pendaftaran Bakal Calon Rektor 2027
Rekam medis dan psikologis tersebut nantinya dijadikan bahan
verifikasi faktual saat rapat pleno penetapan calon Rektor. Langkah ini diambil
untuk menjamin proses penjaringan berjalan secara objektif, transparan, dan
dapat dipertanggungjawabkan.(DN.001)

