Gereja Oikumene Lapas Jadi Ruang Penguatan Spiritual
DETAK NUSANTARA | RIAU - Gereja Oikumene Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan kembali menjadi ruang pembinaan rohani bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan memberikan ruang bagi WBP untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat iman, serta menumbuhkan harapan dan semangat dalam menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, mengatakan pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, pendekatan keagamaan diharapkan mampu mendorong WBP untuk melakukan perubahan positif dalam kehidupan.
“Kami berharap pembinaan kerohanian ini dapat menjadi momentum bagi WBP untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat iman, dan membangun tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Efendi.
Sementara itu, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Freddy Rinadi Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter WBP.
“Kegiatan kerohanian menjadi salah satu sarana untuk memberikan ketenangan, motivasi, sekaligus membangun karakter positif WBP. Kami akan terus mendukung kegiatan pembinaan yang memberikan manfaat bagi mereka selama menjalani masa pidana,” kata Freddy.
Ia menambahkan, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan selama berada di dalam lapas, tetapi juga mempersiapkan WBP agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan sikap dan perilaku yang lebih baik.
Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang humanis dan bermakna.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat perubahan serta menjadi bekal spiritual bagi WBP dalam menata kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan. (DN.0016)

