MTM Lampung Hendus Dugaan Korupsi Proyek BPJN
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Ketua Masyarakat Transparasi Merdeka (MTM) Lampung,Ashari hermansyah mensinyalir adanya aroma dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan preservasi jalan dan jembatan ruas pematang panggang - sp. Bujung tenuk; sp. Penawar - gedong aji baru – rawajitu, kabupaten tulang bawang yang menelan anggaran sekitar 29,8 Miliar lebih dari nilai pagu yang bersumber dari APBN 2026,
Sorotan Masyarakat trasnparansi merdeka (MTM) Provisi lampung, terhadap dugaan penyimpangan berdasarkan hasil survei dan investigasi pada hari minggu (28/6) pada objek ruas jalan dari arah bujung tenuk, pematang panggang, simpang penawar, gedong aji baru sampai dengan rawajitu, di kabupaten tulang bawang.
Berdasarkan ungkapan ashari, telah menemukan sejumlah titik yang telah dilaksanakan terdapat keganjilan pada objek pelaksanaanya ,Hal Ini terindikasi adanya dugaan penyebab penyimpangan terjadi adalah tidak dilakukan pemasangan papan nama proyek, masih banyak badan jalan yang berlobang, Retak kulit buaya, jalan bergelombang, pekerjaan overly tidak dilakukan secara merata, dan terdapat sejumlah jembatan yang belum diperbaiki, ungkapnya
Aroma Dugaan Korupsi sangat kental sekali jika tidak dilakukan pengawasan ketat oleh masyarakat maupun kepada aparat penegak hukum, karena pekerjaan ini masih panjang waktunya untuk dilakukan serah terima atau Provisional Hand Over (PHO), Kami menilai dengan pagu yang cukup fantastis 29 miliar lebih, dianggap perlu melakukan penyusuran dan investigasi lanjutan, oleh karena itu kami telah menyampaikan konfirmasi tertulis kepada pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung Melalui Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I provinis lampung, tandasnya
Dari pihak Pejabat pembuat komitmen (PPK) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I provinis lampung, bernama “fran “ ketika ditemui diruang kerjanya saat menyampaikan surat konfirmasi mengatakan, bahwa pekerjaan tersebut sedang dalam proses pelaksanaan, sedangkan foto-foto hasil survei dari MTM akan segera dikerjakan.
Ia menyebutkan pekerjaan yang sedang berjalan terdiri dari pekerjaan tambal sulam sepanjang ruas jalan (Patching), pekerjaan overly, pemasangan box culvert,dan pekerjaan asphal joint, ujarnya
Terkait masa pelaksanaanya, ia mengatakan bahwa per 31 desember 2026 pekerjaan tersebut harus sudah selesai dan untuk masa pemeliharaanya selama setahun, termasuk pekerjaan overly yang dilakukan pemeliharaan dan tidak termasuk patching,
Menanggapi hal tersebut, ashari Selaku ketua
MTM Lampung yang berfokus pada penanganan pekerjaan infrastruktur menyebutkan akan terus melakukan survei pada
pekerjaan tersebut, karena nilai pekerjaan lumayan besar. Ia berharap apabila dikemudian hari setelah
dilakukan investigasi lanjutan ditemukan sejumlah penyimpangan, ketidak sesuai
spesifikasi, pengurangan volume ataupun terdapat indikasi dugaan korupsi, kami akan
menyampaikan perihal ini kepada aparat
penegak hukum maupun kepada BPK RI untuk dilakukan evaluasi dan audit anggaran.
Kemudian menyampaikan
kepada masyarakat sekitar di pematang panggang,Bujung
tenuk, simpang Penawar , gedong aji baru dan rawajitu, kabupaten tulang bawang
untuk bersama-sama melakukan pemantauan pelaksanaan jalan tersebut,
“ ini adalah
uang rakyat, 1 rupiahpun jika terdapat penyimpangan harus dapat dipertanggung
jawabkan, kemudian jalan tersebut dan jembatan harus mulus dan
sesuai spesifikasi, “ tegasnya (DN.001)
