DPRD Lampung Komitmen Wujudkan Tata Kelola APBD
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad
Giri Akbar, S.E., M.B.A mengambil langkah strategis dengan membuka seluruh
postur anggaran kepada seluruh fraksi sebagai bentuk keterbukaan dalam
menentukan program prioritas pembangunan daerah, hal ini dilakukan guna menindaklanjuti
atas arahan Koordinasi Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) agar proses penyusunan anggaran berlangsung
transparan, akuntabel, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat
Dalam keteranganya, DPRD berkomitmen mewujudkan tata kelola
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang semakin transparan,
akuntabel, tepat sasaran, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
DPRD memulai dari diri sendiri dengan membuka seluruh postur
anggaran kepada fraksi-fraksi. Program yang tidak menjadi prioritas akan kami
rasionalisasikan sehingga ruang fiskal dapat diarahkan untuk kepentingan
masyarakat," ujar Giri Akbar. Rabu (29/7/2026).
Dalam keterangan lebih lanjut, Giri Akbar menegaskan APBD harus
menjadi instrumen pembangunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,
meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP), menurunkan ketimpangan melalui Gini
Ratio, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karena itu, setiap
alokasi anggaran harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
DPRD juga memastikan program prioritas Pemerintah Provinsi
Lampung, khususnya di sektor pertanian, tetap memperoleh dukungan. Program
penyediaan alat dan mesin pertanian, bantuan pupuk, bibit unggul, hingga
pengendalian hama dinilai perlu mendapat alokasi anggaran yang memadai karena
berkaitan langsung dengan produktivitas petani dan ketahanan pangan daerah.
Ketika dilakukan evaluasi terhadap Organisasi Perangkat Daerah
(OPD), DPRD menemukan sejumlah persoalan yang memerlukan perhatian serius.
Salah satunya kondisi Rumah Sakit Bandar Negara Husada yang telah memiliki
tenaga medis, namun belum didukung ketersediaan peralatan kesehatan yang memadai,
kemudian mendorong Pemerintah Provinsi Lampung berkoordinasi dengan pemerintah
pusat agar kebutuhan alat kesehatan dapat dipenuhi melalui dukungan Kementerian
Kesehatan.
sejumlah OPD lainya yang menjadi sorotanya adalah terdapat nilai
melampaui batas kewajaran. Menurut Giri Akbar, efisiensi anggaran harus menjadi
semangat bersama agar alokasi APBD lebih banyak diarahkan pada program
pelayanan publik dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh
masyarakat. Ia menambahkan, Sekretariat DPRD Provinsi Lampung telah melakukan
rasionalisasi sehingga pengelolaan belanja pegawai tetap sesuai ketentuan.
Di sektor pertanian, DPRD meminta agar berbagai persoalan yang
dihadapi petani menjadi perhatian utama dalam penyusunan APBD. Serangan hama
tikus di berbagai wilayah, kebutuhan bibit unggul, pupuk, hingga sarana
produksi pertanian harus memperoleh dukungan anggaran sehingga produktivitas
pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi Lampung dapat terus meningkat.
Ahmad Giri Akbar juga meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
menyusun strategi yang lebih efektif melalui penguatan pengawasan, pendataan
potensi pajak dan retribusi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada
masyarakat sebagai optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Untuk itu, DPRD kemudian menekankan pentingnya transparansi
pengelolaan pajak dan retribusi daerah, termasuk menindaklanjuti berbagai
temuan terkait perbedaan data penerimaan di lapangan agar pengelolaan
pendapatan daerah semakin akurat, optimal, dan akuntabel.
Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar berharap seluruh
proses pembahasan APBD menghasilkan kebijakan anggaran yang semakin
berkualitas, tepat sasaran, serta mampu mempercepat pembangunan daerah dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Lampung.
"Kami ingin setiap rupiah dalam APBD benar-benar memberikan
manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Itulah komitmen DPRD Provinsi Lampung
dalam mengawal pembangunan daerah," Tegas beliau. (**)
