Gubernur Lampung Gembleng Gen Z Cerdas Finansial


DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Pemerintah Provinsi Lampung terus memacu generasi muda agar makin melek finansial. Langkah ini dinilai krusial agar Gen Z dan Post-Gen Z mampu mengambil keputusan ekonomi yang tepat, mengelola usaha, serta memanfaatkan peluang investasi secara produktif dan aman.

Pesan tersebut ditegaskan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat membuka acara Lampung Financial Festival 2026 di Hotel Novotel, Bandar Lampung. Sabtu (5/9/2026)

Gelaran yang diinisiasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini berlangsung selama dua hari (5–6 September 2026) dengan menyajikan program edukasi, pameran UMKM, hingga hiburan.

"Keuangan bukan cuma urusan bank atau regulator, tapi sudah jadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan harian masyarakat," kata gubernur Mirzani.

Peluang Besar Bonus Demografi


Gubernur menyoroti besarnya populasi anak muda di Lampung. Gen Z tercatat menyumbang 24,7 persen (sekitar 2,3 juta jiwa), sedangkan Post-Gen Z mencapai 20,67 persen. Angka ini menjadi potensi raksasa dalam menyokong perekonomian daerah.

Namun, ia menggaris bawahi adanya kesenjangan (gap). Data menunjukkan indeks inklusi keuangan Lampung sudah menyentuh 90,94 persen, tetapi tingkat literasinya baru berkisar 72 persen.

  • Tinggi Akses: Masyarakat sangat mudah mengakses layanan finansial, termasuk transaksi QRIS di Lampung yang menembus Rp1,87 triliun dari 889 ribu merchant.

  • Butuh Pemahaman: Akses yang mudah wajib diimbangi dengan pemahaman agar warga tidak terjebak risiko finansial digital.

Gubernur berharap Gen Z tidak cuma menjadi konsumen atau pengguna layanan pembayaran digital, melainkan tampil sebagai pemain utama yang menciptakan nilai ekonomi.

Peringatan Penting dari LPS, Akademisi, dan DPR


Sejumlah tokoh turut memberikan pandangannya dalam forum ini:

  • LPS (Farid Azhar Nasution): Mengingatkan anak muda untuk mewaspadai pinjol ilegal, judi online, investasi bodong, dan perilaku konsumtif akibat pengaruh algoritma media sosial. Ia menyarankan tiga kebiasaan utama: sisihkan uang di awal, belanja sesuai kebutuhan, serta pupuk tabungan karakter dan ilmu.

  • Unila (Prof. Lusmeilia Afriani): Menekankan bahwa literasi keuangan bukan sekadar menghafal produk perbankan, melainkan keberanian untuk berpikir kritis dan menolak tawaran finansial yang tidak dipahami risikonya.

  • DPR RI (Marwan Cik Asan): Mengimbau pelajar dan mahasiswa agar memanfaatkan ponsel cerdas untuk kegiatan produktif, bukan malah terjerat utang yang merusak masa depan.

Potensi Pangan dan Dorongan Berwirausaha


Di sesi terpisah, Menko Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, memaparkan betapa strategisnya sektor pangan Lampung—seperti kopi, pisang, dan singkong. Ia mendorong Gen Z untuk tidak sekadar menjual bahan mentah, melainkan melakukan hilirisasi menjadi produk bernilai jual tinggi.

Zulkifli juga mengajak para mahasiswa untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja sejak dini.

"Jangan tunggu lulus atau berumur 30 tahun baru mulai. Dari sekarang dimanfaatkan teknologi digital untuk bangun bisnis. Gen Z harus punya critical thinking dan problem solving," tegas Zulkifli.

Dilansir dari sumber Pemprov Lampung, (DN.001) 

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Gubernur Lampung Gembleng Gen Z Cerdas Finansial
  • Gubernur Lampung Gembleng Gen Z Cerdas Finansial
  • Gubernur Lampung Gembleng Gen Z Cerdas Finansial
  • Gubernur Lampung Gembleng Gen Z Cerdas Finansial
  • Gubernur Lampung Gembleng Gen Z Cerdas Finansial
  • Gubernur Lampung Gembleng Gen Z Cerdas Finansial