Laskar Lampung Utara Soroti Proyek Irigrasi Bermasalah

 

DETAK NUSANTARA | LAMPUNG,  Proyek pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi bernilai fantastis mencapai Rp40 miliar di Kabupaten Lampung Utara milik Balai besar Mesuji sekampung (BBWS) Way Mesuji Sekampung  provinsi Lampung mendadak menuai sorotan tajam. 

Pasalnya, pekerjaan fisik tersebut  di lapangan yang menelan anggaran APBN  diduga kuat dikerjakan secara asal-asalan dan tidak memenuhi standar teknis konstruksi yang berlaku.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, penataaan material pendukung dan pengerjaan dinding saluran irigasi terlihat sangat memprihatinkan, kemudian Kualitas campuran semen yang minim, struktur pondasi yang rapuh, hingga coran dinding yang retak di beberapa titik menjadi pemandangan utama di lokasi pengerjaan.

Menurut ungkapan yang disampaikan Ketua Laskar Lampung DPC Lampung Utara Adi Candra yang dilansir dari sumber Haluanlampung.com ,Rabu (2/9) mengatakan bahwa Anggarannya sangat besar, mencapai 40 miliar. Namun kualitas pengerjaannya sangat mengecewakan. Terkesan buru-buru dan yang penting selesai, tanpa memperhatikan kualitas fisik bangunan," 

Menurut dia, Secara teknis, proses pemasangan batu dan plesteran dinilai menyimpang dari Spesifikasi Teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Terdapat Beberapa bagian irigasi bahkan tampak dikerjakan tanpa penggalian tanah pondasi yang memadai, sehingga berpotensi tinggi mengalami erosi dan kerusakan dalam waktu singkat. Ujar Adi 

Bahkan, Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, pengerjaan konstruksi fisik irigasi tersebut terkesan dikerjakan secara asal-asalan dan kejar tayang.

" Temuan paling krusial terlihat pada struktur dinding saluran, di mana pekerja langsung memasang bantalan dinding tanpa terlebih dahulu melakukan proses pengerasan tanah (compaction). Tegasnya 

Lebih lanjut, secara kaidah teknis sipil, pengerasan pondasi dan dinding tanah adalah tahap krusial untuk mencegah penurunan tanah (settlement) serta pergeseran struktur saat menahan volume air yang besar, kemudian  Tanpa adanya pemadatan yang benar, dinding irigasi berisiko tinggi mengalami keretakan, ambrol, hingga longsor dalam waktu dekat, terutama saat debit air meningkat di musim penghujan. Kata Adi 

Sementara, Warga dan para petani setempat mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka khawatir irigasi yang seharusnya menjadi penopang utama pasokan air ke lahan pertanian ini tidak akan bertahan lama dan rentan ambrol saat debit air meningkat di musim penghujan.

Menyikapi hal itu Dalam penegasanya,  Ketua Laskar Lampung Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lampung Utara secara tegas mendesak aparat penegak hukum agar segera memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait dugaan penggelembungan dana proyek irigasi senilai Rp40 miliar.

Desakan ini menguat di tengah proses pengawasan yang sedang berjalan, di mana Laskar Lampung menilai pemeriksaan terhadap PPK merupakan kunci utama untuk menguak aliran dana yang diduga disalahgunakan demi meraup keuntungan pribadi oleh golongan tertentu, menyusul ditemukanya dugaan buruknya kualitas fisik bangunan yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya.

Oleh karena itu, Masyarakat Lampung Utara berharap aparat penegak hukum, baik kejaksaan maupun kepolisian, bergerak cepat mengusut tuntas aliran dana Rp40 miliar tersebut, karena kata Adi, Kerugian negara yang timbul akibat praktik culas ini dinilai sangat merugikan para petani yang selama ini menggantungkan nasib pada ketersediaan infrastruktur air yang memadai demi kesejahteraan pangan daerah.

Hingga berita ini di terbitkan awak media masih mencoba menghubungi serta menjumpai pihak perusahaan & pihak-pihak terkait guna meminta tanggapan serta penjelasan.(**)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Laskar Lampung Utara Soroti Proyek Irigrasi  Bermasalah
  • Laskar Lampung Utara Soroti Proyek Irigrasi  Bermasalah
  • Laskar Lampung Utara Soroti Proyek Irigrasi  Bermasalah
  • Laskar Lampung Utara Soroti Proyek Irigrasi  Bermasalah
  • Laskar Lampung Utara Soroti Proyek Irigrasi  Bermasalah
  • Laskar Lampung Utara Soroti Proyek Irigrasi  Bermasalah