Penanganan Korban Keracunan Karo Diperketat Pemerintah
DETAK NUSANTARA | SUMATERA UTARA — Penanganan medis terhadap anak-anak terdampak dugaan keracunan makanan di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, kini mendapatkan pengawasan langsung dari tim medis kepresidenan. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh pasien menerima perawatan optimal serta akses rujukan cepat jika dibutuhkan fasilitas tingkat lanjut.
Keputusan tersebut ditegaskan saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau kondisi para korban di Rumah Sakit Efarina Etaham dan RSU Amanda, Berastagi. Dalam kunjungan tersebut, tenaga medis pribadi istana disiagakan sementara di lokasi guna mendampingi tim dokter daerah dalam memantau perkembangan kesehatan para siswa.
Opsi Rujukan dan Jaminan Layanan Kesehatan
Selain mendampingi perawatan harian di rumah sakit setempat, koordinasi juga diarahkan pada penyediaan jalur rujukan bagi pasien yang memerlukan tindakan spesialis. Pemerintah membuka ruang pemindahan pasien ke fasilitas medis yang lebih lengkap di Medan maupun Jakarta.
Fitriani, salah satu perwakilan keluarga pasien, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah berdiskusi terkait rencana rujukan ke Jakarta. Langkah transfer ini disiapkan agar anak-anak yang memerlukan observasi intensif bisa mengakses pengobatan lanjutan serta jaminan perawatan memadai secara berkelanjutan.
Langkah tanggap darurat ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan para korban keracunan sekaligus memastikan ketersediaan pasokan obat-obatan dan tenaga ahli medis di wilayah Berastagi.(DN.001)

