'/> DETAK NUSANTARA | PANDUAN MASA DEPAN DPRD Rohul Bungkam, Aksi HMI Makin Memanas - DETAK NUSANTARA | PANDUAN MASA DEPAN

DPRD Rohul Bungkam, Aksi HMI Makin Memanas

DETAK NUSANTARA | RIAu, Unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Kantor DPRD Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (6/10/2026), berlangsung tegang. Situasi memanas setelah massa mengaku kecewa karena tidak ada anggota DPRD yang menemui mereka untuk menerima aspirasi dan berdialog secara langsung.

Mahasiswa mendatangi Kantor DPRD Rokan Hulu untuk menyampaikan protes terkait kinerja anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu. Mereka menyoroti dinilai minimnya respons wakil rakyat terhadap persoalan masyarakat, lemahnya komunikasi dengan konstituen, serta kurangnya keterbukaan dalam menindaklanjuti aspirasi publik.

Selain itu, mahasiswa mempertanyakan sejauh mana anggota DPRD menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran untuk kepentingan masyarakat. Mereka meminta DPRD lebih aktif turun ke lapangan, menyerap aspirasi warga, serta menyampaikan perkembangan kerja dan kebijakan secara terbuka kepada publik.

Massa berharap pimpinan maupun anggota DPRD dapat hadir di tengah aksi untuk mendengarkan secara langsung persoalan yang disampaikan mahasiswa.

Namun, hingga aksi berlangsung, tidak satu pun anggota DPRD Rokan Hulu terlihat menemui massa. Kondisi tersebut kemudian memicu kekecewaan mahasiswa.

Massa mempertanyakan sikap anggota DPRD yang tidak hadir menemui mereka. Mahasiswa menilai wakil rakyat semestinya membuka ruang komunikasi dengan masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi di gedung DPRD.

Ketegangan mulai meningkat di lokasi. Sejumlah aksi pembakaran material terjadi di tengah unjuk rasa. Situasi kemudian diwarnai adu argumen antara massa mahasiswa dengan pihak yang berada di lokasi.

Ketegangan semakin meningkat hingga terjadi dorong-dorongan di depan Kantor DPRD Rokan Hulu.

Di tengah situasi tersebut, Ketua HMI Rokan Hulu menyampaikan pesan kepada aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya unjuk rasa.

“Kami adalah rakyat. Kami hidup di Negeri Seribu Suluk. Polisi merupakan pelayan masyarakat sehingga harus membela kepentingan rakyat dan mengayomi seluruh warga,” ujar Ketua HMI Rokan Hulu.

Ia meminta aparat kepolisian menjalankan pengamanan secara humanis dan tetap menghormati hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kami menghormati tugas kepolisian. Namun, kami juga meminta agar aparat berdiri bersama rakyat, menjaga hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, serta memastikan aksi berlangsung aman dan tertib,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa datang bukan untuk mencari keributan, melainkan menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog untuk mencegah situasi semakin memanas.

Ketua HMI Rokan Hulu juga berharap pimpinan dan anggota DPRD dapat membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa. Kehadiran wakil rakyat, menurutnya, penting agar aspirasi yang disampaikan dapat diterima dan dibahas secara langsung.

Mahasiswa kemudian mendesak agar DPRD Rokan Hulu memberikan respons terhadap aspirasi yang mereka sampaikan, mengevaluasi kinerja anggotanya, dan tidak mengabaikan keberadaan massa yang melakukan unjuk rasa di depan gedung tersebut.

Sementara itu, aparat kepolisian tetap berada di lokasi untuk mengamankan jalannya unjuk rasa serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan ketegangan.

Hingga berita ini diterbitkan, situasi di sekitar Kantor DPRD Kabupaten Rokan Hulu masih menjadi perhatian. Massa mahasiswa masih menyuarakan aspirasi dan meminta adanya ruang dialog dengan pimpinan maupun anggota DPRD Rokan Hulu. (DN.0016)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • DPRD Rohul Bungkam, Aksi HMI Makin Memanas
  • DPRD Rohul Bungkam, Aksi HMI Makin Memanas
  • DPRD Rohul Bungkam, Aksi HMI Makin Memanas
  • DPRD Rohul Bungkam, Aksi HMI Makin Memanas
  • DPRD Rohul Bungkam, Aksi HMI Makin Memanas
  • DPRD Rohul Bungkam, Aksi HMI Makin Memanas