'/> DETAK NUSANTARA | PANDUAN MASA DEPAN Kabut Asap Parah, Sekolah Rohul Terapkan Daring - DETAK NUSANTARA | PANDUAN MASA DEPAN

Kabut Asap Parah, Sekolah Rohul Terapkan Daring

DETAK NUSANTARA | RIAU, ROKANHULU - Kabut asap kiriman dari wilayah Sumatera Selatan dan Jambi semakin pekat menyelimuti Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah terganggu dan kualitas udara memburuk.

Sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan, terutama batuk dan sesak napas.

“Kondisi ini cukup mengganggu aktivitas warga, terutama karena jarak pandang berkurang dan udara terasa tidak sehat,” ujar Yudi Ardiansyah.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi jarak pandang yang terbatas juga menjadi perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan. Sehari sebelumnya, Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Simpang Pir, Kecamatan Tandun Barat, yang menyebabkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia.

Peristiwa tersebut menambah kekhawatiran masyarakat, mengingat kondisi kabut asap dapat mengurangi jarak pandang pengguna jalan, terutama pada malam hari. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan kendaraan ketika melintas di wilayah yang diselimuti kabut asap.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu, Alreza Ahyu, SE., M.Si., Ak., mengambil langkah pencegahan dengan meliburkan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah hingga Jumat.

Menurut Alreza, kebijakan tersebut dilakukan untuk melindungi siswa dan guru dari paparan kabut asap.

Selama pembelajaran tatap muka dihentikan, proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring.

“Kesehatan dan keselamatan siswa serta guru menjadi prioritas. Untuk sementara kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Kami berharap kabut asap segera berakhir sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal,” tegas Alreza.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, dr. Bambang Triono, MM., mengatakan keputusan meliburkan sekolah merupakan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

“Dengan kondisi kabut asap seperti sekarang, anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan. Karena itu, peliburan sekolah menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap terhadap siswa dan guru,” ujar Bambang.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.

“Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, gunakan masker dan perbanyak minum air putih. Apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan kesehatan lainnya, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Bambang juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara, termasuk pembakaran lahan dan sampah secara terbuka.

Pemerintah daerah diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengambil langkah cepat apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada malam hari, ketika jarak pandang dapat semakin terbatas akibat kabut asap. (DN.0016)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kabut Asap Parah, Sekolah Rohul Terapkan Daring
  • Kabut Asap Parah, Sekolah Rohul Terapkan Daring
  • Kabut Asap Parah, Sekolah Rohul Terapkan Daring
  • Kabut Asap Parah, Sekolah Rohul Terapkan Daring
  • Kabut Asap Parah, Sekolah Rohul Terapkan Daring
  • Kabut Asap Parah, Sekolah Rohul Terapkan Daring