UIN RIL Tetapkan 20 Calon Duta Kampus
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Sebanyak 20 Mahasiswa finalis calon Duta Kampus Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) sedang menjalani masa karantina selama tiga hari, 24–26 April 2026, di Pusdiklat Lamban Raden Intan, Labuhan Ratu, Kedaton Bandar lampung, dilansir dari sumber Humas UIN RIL, Sabtu (25/4/2026)
Kegiatan karantina tersebut lansgung mendapatkan arahan dari Rektor
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z,
M.Ag., Ph.D, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof.
Bambang Budiwiranto, Ph.D.,dan Intan Muflihah dosen UIN Raden Intan, Lulu
Dinka, Ajeng Nafisya, Helfiana Putri, dan Rudi Setiawan yang merupakan dari
luar kampus untuk mengisi materi public speaking, manner, personal branding,
hingga content creator
Karantina dilakukan sebagai bagian tahapan penting dalam proses pemilihan
duta kampus sebelum memasuki grand final penobatan sebagai Duta Raden Intan
2026, Dalam kegiatan tersebut para masiswa akan diberikan bekal materi Bahasa
Arab, Fithrah Auliya Ansar pembekalan Bahasa Inggris, serta Suci Wulan Pawhestri
dengan materi green campus dan materi lainya.
Pada arahan yang dasampaikan oleh Rektor Universitas Islam Negeri
(UIN) Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D, yang didampingi
Karo AAKK Dr. H. Abdul Rahman, M.Pd,, ia menekankan, setiap pencapaian selalu melalui proses
panjang dan tahapan yang harus dijalani. “Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu
saja. Bahkan robot pun ada proses pembuatannya. Semua ada tahapannya, ada
cerita suka dan duka yang kelak menjadi kenangan,” ujar Rektor
“Posisi seseorang hari ini merupakan hasil dari proses yang telah
dilalui sebelumnya. Bahkan, lanjutnya, Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan
tugas kerasulan juga melalui tahapan dan perjuangan.
Ia mengajak para finalis untuk
menikmati setiap proses yang dijalani serta menumbuhkan semangat dan kecintaan
terhadap perjalanan tersebut, “Tugas kita adalah bagaimana bisa enjoy in every
step, menikmati setiap langkah, setiap proses, dan menumbuhkan passion,”
katanya.
Kemudian ia mengingatkan, kegagalan sering kali muncul karena
terlalu banyak tuntutan terhadap diri sendiri dan berharap di luar kemampuan,
karena seseorang harus mampu berjalan sesuai proses dan mencintai apa yang
telah menjadi takdir terbaik.
Bagi para finalis yang telah mampu
menata diri, menata perasaan, dan membuktikan kapasitasnya hingga terpilih di
antara kandidat lainnya. “Ini salah satu wadah yang bisa membawa adik-adik
semua menuju masa depan yang lebih baik. Harapannya, manfaatkan kesempatan ini
dengan memberi yang terbaik,” tandasnya.
Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya masa lalu ketika mendaftar
sebagai calon Dosen untuk mendapatkan beasiswa studi keluar negeri, dan pernah
dilakukan karantina serupa yang dialami para mahasiswa saat ini, ia menitik
beratkan pada proses kemampuan academic writing, public speaking, serta
kecerdasan dari dalam diri atau inner intelligence. .Ia tambahkan kembali program
pemilihan duta kampus memiliki nilai besar bagi pengembangan diri mahasiswa. kata
Wan Jamaluddin
Dari total 150 orang peserta, ketua Tim Humas telah melakukan tahapan
seleksi ketat hingga didapati 20 peserta yang manjadi finalisnya, ujar “Novrizal
Fahmi, Tahapan seleksi tersebut meliputi administrasi, tes tertulis, wawancara,
motion challenge, hingga akhirnya masuk tahap karantina.Selama karantina,
peserta mendapatkan pembekalan dengan berbagai kegiatan harian yang dimulai
sejak dini hari, seperti shalat malam berjamaah, shalat subuh berjamaah, hingga
senam bersama ditambah Kegiatan talent show dan deep interview sebagai bagian
dari penilaian kemampuan, karakter, dan potensi para calon Duta Kampus UIN Raden
Intan Lampung 2026. (DN.001)
