Seminar Nasional World Bee Day 2026
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Lusmeilia Afriani mengatakan, peringatan World Bee Day merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peran lebah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem yang sehat dan produktif. hal ini dikatakan Prof Lusmeilia dalam sambutanya pada acara Seminar Nasional World Bee Day 2026 bertema “Lebah untuk Sawit Berkelanjutan: Konservasi, Keanekaragaman, dan Peningkatan Produktivitas” yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) berlangsung di Hotel Harison, Bandar Lampung,.Kamis, (18 /6/2026)
Dalam kegiatan seminar tersebut telah dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ir. Yanyan Ruchyansyah, M.Si.; mewakili Gubernur Lampung, D.E.A., IPM., ASEAN Eng.; Ketua Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) Pusat Dr. Araz Meilin; Ketua Panitia Dr. Puji Lestari., SP.; Dekan Fakultas Pertanian Unila Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P.; Sugeng Rohadi dari PT Sungai Budi Grup, serta Prof. Dr. Ir. Damayanti Buchori dari IPB University, Dr. Ruli Wandri dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Dr. Hari Purwanto dari Universitas Gadjah Mada, dan Prof. Dr. Hamim Sudarsono dari Fakultas Pertanian Unila ( sebagai narasumber seminar.)
Seminar diikuti 239 peserta yang berasal dari berbagai institusi, di antaranya IPB University, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, BRIN, PTPN, serta berbagai instansi pemerintah dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia.
Prof. Lusmeilia Dalam paparannya menyebutkan keberadaan lebah memiliki kontribusi strategis dalam mendukung sistem budidaya sawit yang ramah lingkungan, tangguh terhadap berbagai perubahan, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Oleh karena itu, sinergi antara konservasi sumber daya alam dan peningkatan produktivitas perkebunan perlu terus diperkuat agar manfaat ekonomi dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan.
“Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, kita dapat bersama-sama membangun masa depan industri sawit yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing,” Terang Prof
Terpisah dengan acara yang sama, Yanyan Ruchyansyah, menyebutkan, World Bee Day ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peran lebah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Lebah tidak hanya berperan sebagai penghasil berbagai produk bernilai ekonomi, tetapi juga sebagai penyerbuk yang mendukung produktivitas tanaman pangan dan perkebunan.
Lebih lanjut masih menurut Yanyan, Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor perkebunan sekaligus konservasi sumber daya alam. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan secara seimbang.
Salah satu contohnya adalah kawasan penyangga hutan seperti Taman Nasional Way Kambas yang memiliki peran penting sebagai habitat lebah dan penghasil komoditas madu yang bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ujar yanyan
Universitas Lampung (Unila) berharap, Melalui Seminar Nasional World Bee Day 2026, Dapat mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata untuk mendukung konservasi lebah, pelestarian lingkungan, serta peningkatan produktivitas perkebunan sawit yang berkelanjutan di Indonesia. dilansir dari sumber humas Unila (DN.001)
