MTM Minta Pembangunan Pengaman Pantai Pesibar Dihentikan
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) Provinsi lampung Minta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menghentikan sementara pembangunan Pengaman pantai mandiri sejati yang berlokasi dikabupaten pesisir barat, Provinsi lampung, Hal ini dikatakan Ashari hermansyah, Ketua MTM lampung kepada media, Selasa (4/8/2026)
Alasan jelas Menurut Ashari, bahwa pembangunan pengaman pantai sejati telah ternoda dengan ulah pelaksana maupun konsultan pengawas lapangan, Ada beberapa hasil temuan pertama kalinya saat meninjau lokasi pekerjaan. Diantaranya adalah pekerjaan tersebut teridindikasi melakukan dugaan kecurangan saat pekerjaan persiapan awal,
“ Antara lain adalah tidak dipasang papan nama informasi proyek, pencetakan beton pra cetak( buis beton) telah menggunakan material pasir laut, penggunaan pembesiaan pada rangka busi beton berkarat dan juga tidak sesuai spesifikasi” ujar ashari
Menurutnya, besi rangka tulangan yang digunakan untuk beton pracetak selain berkarat telah menggunakan besi banci alias tidak sesuai spesifikasi, setelah dilakukan pengecekan dengan menggunakan alat hasilnya besi tulangan tersebut diduga menggunakan besi berukuran berdiameter 4,94 mm, 5,15 mm, 5,28 mm. 5,51 mm, 5,45 mm. Seharusnya sesuai SNI minimal Buis beton menggunakan tulangan besi 6 mm.
Selanjutnya ashari menyebutkan, Dengan menggunakan pasir laut akan mempengaruhi kualitas dan umur beton, karena kandungan garam akan membuat tulangan besi berkarat dan tidak tahan lama sehingga menimbulkan korosi.
Ia akui sejak adanya temuan dugaan penyimpangan pembangunan pengaman pantai mandiri sejati lembaganya telah menyampaikan konfirmasi tertulis terlebih dahulu kapada kantor BBWS Mesuji Sekampung sebelum berita ini dipublikasikan.katanya
Diketahui proyek pembangunan pengaman pantai mandiri sejati pada satuan kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung telah menelan anggaran APBN senilai 22 Miliar dari nilai pagu, dengan volume 0,45 kilometer, yang terlihat dari hasil pantauan sejak 12 april 20206 lalu.
Terhadap dugaan kecurangan yang berpotensi merugikan keuangan negara, Ketua Umum MTM Lampung, meminta untuk menghentikan pekerjaan tersebut sebelum lebih jauh lagi terhadap kerugian negara, sehingga akan merugikan masyarakat lampung.
Usaha yang dilakukan MTM lampung adalah salah satu bentuk monitoring pencegahaan tindakan korupsi, kolusi dan nepotisma (KKN) yang dilakukaan secara berjamaah.(DN.001)
