PT KSM Rambah Samo Klarifikasi Potongan 8%
DETAK NUSANTARA | RIAU, ROKAN HULU - Keluhan masyarakat terkait tingginya potongan sortir Tandan Buah Segar atau TBS di PT KSM Rambah Samo yang disebut mencapai 8% menjadi perhatian publik beberapa hari terakhir. Menjawab hal itu, pihak perusahaan akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Perwakilan PT KSM Rambah Samo menyampaikan bahwa angka potongan 8% tersebut memang terjadi, namun tidak diberlakukan pada semua pengiriman TBS yang masuk ke pabrik.
“Memang ada beberapa mobil yang kena potongan segitu bang, karena kondisi tertentu seperti TBS restan dan TBS nya basah. Tapi tidak semua mobil ya bang,” ujar perwakilan perusahaan kepada media, Sabtu (2/8/2026).
Ia menjelaskan, besar kecilnya potongan sortir sangat dipengaruhi oleh kualitas fisik TBS saat diterima di loading ramp. Salah satu indikator utama adalah kadar air di dalam buah.
“Saya tidak mau menduga-duga kenapa TBS itu kondisinya basah. Kondisi kadar air itulah yang menyebabkan potongan sortirnya menyentuh angka 8%,” ungkapnya.
Menurutnya, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab meningkatnya kadar air. Intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa minggu terakhir membuat TBS lebih cepat menyerap air, baik di kebun maupun saat dalam perjalanan menuju pabrik.
“Mungkin karena cuaca kita yang akhir-akhir ini sering turun hujan, jadi kadar air pada TBS menjadi salah satu alasannya bang,” tambahnya.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa seluruh proses sortir dan penimbangan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur yang telah ditetapkan. Tidak ada kebijakan yang ditujukan untuk merugikan petani maupun penampung.
“Kami dari pihak perusahaan bekerja sesuai SOP yang telah ditentukan. Tidak ada maksud dari kami pihak perusahaan untuk merugikan petani dan penampung TBS dari petani,” tegasnya.
Terkait komunikasi di lapangan, perusahaan juga telah melakukan konfirmasi internal. Informasi mengenai penyebab potongan telah disampaikan kepada asisten distorsi untuk kemudian diteruskan kepada para sopir pengangkut TBS.
“Informasi ini sudah saya konfirmasi langsung dengan asisten distorsi. Lebih lanjut asisten distorsi sudah menyampaikan kepada supir kenapa potongan sortirnya bisa segitu,” jelasnya.
Ia mengakui, penyampaian informasi teknis di lapangan terkadang menimbulkan perbedaan pemahaman sehingga memicu keresahan di masyarakat.
“Mungkin dalam penyampaian informasi tersebut kepada supir-supir, hal-hal teknisnya menimbulkan salah paham sehingga bisa sampai heboh seperti ini. Ini menjadi catatan kami agar ke depan penyampaian informasi tidak ada kesalahan serupa,” tutupnya. Minggu (2/7/2026)
Pihak PT KSM Rambah Samo juga membuka ruang dialog dengan petani, penampung, dan pihak terkait lainnya. Tujuannya agar mekanisme sortir dan standar mutu TBS dapat dipahami bersama, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas penerimaan TBS di PT KSM Rambah Samo masih berjalan normal sesuai prosedur yang berlaku. (DN.0016)

