Gubernur Mirza Dorong Akselerasi Hilirisasi Pertanian Lampung
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Bank Indonesia resmi menggelar ajang Lampung Begawi x Siger Fest 2026 di Lampung City Mall pada Jumat kemarin (18/09/2026).
Perhelatan tahunan ini dikembangkan menjadi forum strategis yang mempertemukan inovasi, ruang investasi, serta kolaborasi lintas sektor guna menopang pertumbuhan ekonomi daerah hingga target delapan persen.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menguraikan potensi agraris wilayahnya yang selama ini menjadi pemasok utama pangan nasional. Menurutnya, Lampung menyumbang sekitar 3,5 juta ton gabah setengahnya didistribusikan ke luar daerah serta menguasai 70 persen produksi tapioka nasional, 60 persen ekspor kopi, pasokan utama lada, hingga menempati urutan kedua produsen gula nasional.
Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa harga komoditas mentah yang cenderung fluktuatif selama belasan tahun sempat menahan laju ekonomi daerah. Namun, adanya intervensi harga pada komoditas utama belakangan ini berhasil meningkatkan pendapatan petani dan memicu pertumbuhan ekonomi Lampung ke urutan kedua tertinggi di Pulau Sumatera pada 2026.
Guna menjaga tren positif tersebut, Pemprov Lampung memfokuskan agenda Pembangunan Jangka Menengah pada program hilirisasi. Saat ini baru sekitar 30 persen komoditas lokal yang diproses menjadi barang jadi atau setengah jadi.
Strategi peningkatan nilai tambah ini dibagi ke dalam dua lini:
1. Hilirisasi tingkat desa, Peningkatan kapasitas pascapanen komoditas kopi, kakao, serta manufaktur pakan ternak mandiri.
2. Hilirisasi industri tingkat lanjut, Pengembangan kawasan industri manufaktur berskala besar.
Transformasi ini juga didukung adopsi teknologi yang masif, ditandai lonjakan pembelian alat mesin pertanian hingga hampir 200 persen dan peningkatan armada logistik sebesar 50 persen.
Di sektor pariwisata, pergerakan wisatawan domestik mencatatkan lonjakan signifikan dari 17 juta orang pada 2024 menjadi 27 juta kunjungan pada 2025.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, memberikan apresiasi atas capaian pertumbuhan ekonomi Lampung yang menyentuh angka 5,29 persen pada triwulan II-2026.
Sesuai amanat Undang-Undang P2SK, BI berkomitmen membantu daerah menarik investasi dan memperluas akses pasar ekspor bagi produk UMKM unggulan seperti olahan pisang, kopi, dan kain khas daerah.
Di sisi lain, ekosistem pembayaran digital di Lampung menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Hingga Juli 2026, pengguna QRIS di Lampung menembus 1,6 juta jiwa (naik 17,38 persen YoY) dengan keterlibatan lebih dari 916.000 merchant. Ujarnya
Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menambahkan bahwa ajang Lampung Begawi kini difokuskan untuk menggali sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital di daerah bukan sekadar mencegah kebocoran anggaran, melainkan kunci untuk menciptakan efisiensi transaksi yang mendorong percepatan roda ekonomi secara menyeluruh.pungkasnya (DN.001)

