Jalan Diperbaiki, Warga Rohul Apresiasi Pemkab
DETAK NUSANTARA | RIAU, Wajah baru terlihat di ruas Jalan Meranti dan Jalan Karet, Desa Ujungbatu Timur, Kecamatan Ujungbatu. Jalan sepanjang empat kilometer yang selama ini dikeluhkan warga karena berlubang dan bergelombang, kini sudah padat, rata dan nyaman dilalui.
Perbaikan melalui program swakelola Pemkab Rokan Hulu yang dikerjakan Dinas PUPR pada Jumat (18/9/2026) itu langsung mendapat apresiasi dari warga setempat.
Kepala Desa Ujungbatu Timur, Adi Sanjaya, menyambut gembira perbaikan tersebut. Ia menegaskan perbaikan jalan menjadi bukti nyata kehadiran pemerintahan Bupati Anton ST MM dan Wakil Bupati H Syafaruddin Poti SH MM di desa.
"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya program yang dijalankan Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Ini bukti nyata perhatian pemerintah daerah yang hadir hingga ke desa-desa," ujar Adi Sanjaya.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Sei Sepoteh Abu Samahrawai didampingi Ketua RT 23 Senen Ahmad Safin. Ia menyebut selama bertahun-tahun warga harus melintasi jalan rusak yang menyulitkan aktivitas.
"Selama bertahun-tahun jalan ini rusak, berlubang, dan menyulitkan perjalanan. Kini sudah rata dan padat. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Anton beserta jajaran Dinas PUPR," ungkapnya.
Bagi warga wilayah IV Ujungbatu Timur, perbaikan ini bukan sekadar pengerasan jalan. Akses yang lancar memudahkan aktivitas sehari-hari, mulai dari mengantar anak sekolah hingga membawa hasil kebun ke pasar. Warga berharap ke depan ruas tersebut dapat ditingkatkan dengan pengaspalan.
Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM, menegaskan pemeliharaan jalan desa menjadi skala prioritas pemerintahannya.
"Kami menjadikan program swakelola ini skala prioritas setiap tahunnya. Tujuannya sederhana, memastikan jalan poros dan jalur produksi di pedesaan tetap dapat digunakan. Jika jalan lancar, hasil bumi mengalir dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat," ucap Bupati Anton.
Kepala Dinas PUPR Rohul, H Zulfikri ST, menambahkan pemeliharaan rutin tersebut telah menyasar empat wilayah sejak bulan lalu dan bersifat berkelanjutan.
"Penanganan ini bersifat pemeliharaan berkelanjutan. Kami ingin memastikan tidak ada desa yang terputus aksesnya, terutama dalam mendukung kelancaran pengiriman hasil pertanian dan perkebunan masyarakat," pungkas Zulfikri. (EP) (DN.0016)

