Lompati Masa Darurat, Relawan Lampung Bantu NTT

 

DETAK NUSANTARA | NUSA TENGGARA TIMUR,  Meski status tanggap darurat pasca bencana gempa bumi magnitudo 7,7 SR di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah resmi berakhir pada Sabtu (19/9/2026), pemulihan kondisi masyarakat terdampak masih membutuhkan rentang waktu yang panjang. Menanggapi situasi tersebut, aksi kemanusiaan dari berbagai elemen terus bergulir untuk mendampingi para penyintas yang masih bertahan di tengah keterbatasan.

Lembaga kemanusiaan RPA Peduli—bagian dari Relawan Peduli Al Quds mengirimkan gelombang tim kedua menuju lokasi bencana pada Rabu (16/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pergerakan tim penanganan awal yang sudah bersiaga di lapangan sejak lima hari pasca-gempa utama yang terjadi pertengahan Agustus lalu.

Ketua Relawan Peduli AlQuds, M. Yasir Setiawan, yang memimpin langsung rombongan tersebut menjelaskan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berhenti seiring berakhirnya status darurat dari pemerintah setempat. Apalagi, ancaman bencana susulan masih membayangi warga.

"Kondisi di lapangan menunjukkan proses pemulihan butuh penanganan jangka panjang. Meskipun masa tanggap darurat di Manggarai Timur berakhir kemarin, getaran gempa susulan masih terus terjadi, termasuk guncangan bermagnitudo 5,1 yang kembali dirasakan warga," ujar Yasir dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).

Berpusat di Posko Bersama Desa Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, para relawan berfokus menjangkau pemukiman terisolasi yang rentan dan mengalami krisis pasokan kebutuhan dasar. Dalam rentang empat hari sejak kedatangan tim lanjutan, serangkaian program pemulihan langsung direalisasikan.

Hingga saat ini, bantuan yang telah berjalan mencakup pendistribusian air bersih di sembilan titik krisis, pembagian paket bahan pokok, operasional dapur umum harian, pendampingan psikososial (*trauma healing*) bagi anak-anak, hingga penyediaan kayu bakar sebagai pengganti bahan bakar gas yang sulit didapatkan di lokasi tersebut.

Guna mendukung fase pemulihan lanjutan selama sekitar 10 hari masa tugas tim kedua ini, RPA Peduli merancang beberapa agenda prioritas baru. Rencana tersebut mencakup pembangunan tempat ibadah sementara berupa mushola semi-permanen untuk menggantikan bangunan yang roboh, penyediaan hidangan massal untuk 1.000 penyintas, serta penyiapan alat berat untuk merubuhkan sisa struktur bangunan yang membahayakan warga.

Aksi tanggap bencana ini merupakan hasil gotong royong lintas daerah dan jaringan internasional. Dukungan mengalir dari masyarakat Lampung hingga kolaborasi dengan pelbagai organisasi seperti Komunitas Muslimah Kaffah, Yayasan Baitut Tahfidz An Nur, Komunitas Hijrotunnisa, serta lembaga kemanusiaan SHARE asal Malaysia.

Pihak lembaga mengundang keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam program bantuan ini selama operasional posko bersama di Dampek masih berlangsung. Saluran kepedulian bagi korban gempa NTT dibuka melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor  7139291632  atas nama Yayasan R.P AlQuds , dengan layanan konfirmasi donasi melalui nomor  0821-7731-7777. (DN.001)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Lompati Masa Darurat, Relawan Lampung Bantu NTT
  • Lompati Masa Darurat, Relawan Lampung Bantu NTT
  • Lompati Masa Darurat, Relawan Lampung Bantu NTT
  • Lompati Masa Darurat, Relawan Lampung Bantu NTT
  • Lompati Masa Darurat, Relawan Lampung Bantu NTT
  • Lompati Masa Darurat, Relawan Lampung Bantu NTT