BREAKING NEWS

Dugaan PUNGLI Penerimaan Pegawai Honorer, Tiga Lembaga Mengendus Permainan Kotor

DETAK NUSANTARA | LAMPUNG-  Tenaga honorer Badan Kepegawain Daerah (BKD) pemerintah kota (Pemkot) bandar Lampung menyampaikan pengaduan kepada tiga lembaga sosial kontrol terkait telah terjadinya Dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum Pegawai BKD setempat. 

Ketiga lembaga yang terdiri dari  Gerakan Rakyat indonesia Bersatu (Grib Jaya), Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI ) dan Ko_wappi 'Komite Wartawan Pelacak Profesional indonesia menerima pengaduan dari seseorang yang berinisial (D) dengan mengatakan Telah terjadi bentuk praktik pungl yang telah berlangsung selama beberapa periode perekrutan, yang dilakukan oleh  beberapa petugas  di bagian perekrutan,  ungkap D 

Modus yang dilakukan petugas, si calon peserta diharuskan menyetor sejumlah uang tertentu agar dapat lolos seleksi dan diterima sebagai tenaga honorer.

Kejadian yang telah berlangsung pada kisaran  tahun 2024, kemudian D menambahkan, Besaran pungutan yang diminta bervariasi tergantung pada jenis posisi yang dilamar, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah "Kata D

Atas peristiwa pengaduan yang diterima,  ketiga lembaga tersebut memutuskan untuk mendatangi kntor BKD dan sekalian menemui walikota bandar lampung eva dwiyana dengan maksud untuk mempertanyakan dengan jelas, namun pada hari tersebut tidak dapat ditemui dengan beralasan yang simpang siur dan tidak masuk akal (alih-alih menghindar). Ujar Herman sekda DPD grib, Rabu (11/2/2026)

Setelah 2 jam menunggu walikota Eva tidak terlihat, namun yang terlihat  wakil walikota bandar lampung Dedi Amarullah yang bergegas seolah-olah ingin menghampiri ketiga lembaga tersebut, walhasil  belum sempat menyampaikan maksud dan tujuan "Dedi langsung menolak memberikan jawaban,  " Saya tidak bisa memberikan jawaban terkait yang kalian maksud, tunggu apa kata ibu walikota, baru saya bisa menyampaikan"  Cetus  dedi  sambil Tergesa gesa meninggalkan ruang kerjanya.

Dalam kesempatan tersebut, Herman, Sekda Grib Jaya langsung menyampaikan kepada staf walikota bandar lampung memberikan waktu  hari Jum'at mendatang agar dapat bertemu walikota Eva "ujar dia dengan nada tegas  

Sejalan dengan yang dikatakan Herman, Hi. Arman perwakilan dari PWDPI menyampaikan hal yang serupa ia mengatakan pada  Jum'at  mendatangi harus dapat  temui kedatangan kami agar permasalahan ini jelas dan terang. Katanya 

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak pemkot bandar lampung. Publik menginginkan dari pihak terkait dapat  memberikan keterangan resmi secara terbuka. (DN.01)