Capaian Positif Anton-Poti di Tengah Sorotan

 

DETAK NUSANTARA | RIAU, ROKAN HULU — Kepemimpinan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti di Kabupaten Rokan Hulu mendapat apresiasi dari kalangan pemuda. Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Rokan Hulu, Syahmadi Malau, menilai duet Anton-Poti menghadirkan corak kepemimpinan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami menilai kepemimpinan Pak Anton dan Pak Poti berintegritas dan sangat dekat dengan masyarakat,” ujar Syahmadi, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, pendekatan sosial yang dilakukan pemerintah daerah tidak sebatas pencitraan. Ia menilai terdapat perubahan pola pikir dalam penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan, dengan kebijakan yang disebut lebih taktis, presisi, serta tidak terpaku pada pola birokrasi lama.

“Ada terobosan dengan pendekatan berbeda dibanding sebelumnya,” katanya.

Namun, apresiasi tersebut muncul di tengah sorotan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, khususnya terkait realisasi dan serapan anggaran yang dinilai masih menghadapi persoalan. Kondisi itu membuat pujian terhadap kepemimpinan Anton-Poti menjadi perhatian publik.

Syahmadi menegaskan, penilaian positif tersebut tidak berarti Pemuda Pancasila memberikan dukungan tanpa batas kepada pemerintah. Menurutnya, organisasi tetap memiliki fungsi kontrol sosial dan akan bersikap kritis apabila terdapat kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat.

“Ini penilaian objektif atas hasil kerja di tengah keterbatasan daerah. Sinergi tetap membutuhkan ruang komunikasi yang terbuka,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemuda Pancasila siap menjadi mitra pemerintah sekaligus melakukan pengawasan terhadap jalannya kebijakan pembangunan. Dengan demikian, hubungan antara organisasi masyarakat dan pemerintah, menurutnya, harus tetap berada dalam koridor kepentingan publik.

Di sisi lain, apresiasi tersebut tetap membuka ruang diskusi mengenai independensi organisasi masyarakat sipil dalam mengawal pemerintahan daerah. Kedekatan antara kelompok masyarakat dan pemerintah dapat menjadi modal sinergi apabila dibangun secara terbuka, tetapi berpotensi menimbulkan persepsi berbeda apabila kritik publik justru semakin berkurang.

Karena itu, penilaian terhadap kinerja Anton-Poti idealnya tidak berhenti pada pernyataan dukungan maupun kritik semata. Capaian pembangunan, realisasi anggaran, kualitas pelayanan publik, serta dampak kebijakan terhadap masyarakat menjadi indikator yang perlu diuji secara terbuka.

Dengan pengawasan publik yang tetap berjalan, apresiasi terhadap pemerintah dapat menjadi bentuk evaluasi positif, sementara kritik tetap memiliki ruang sebagai bagian dari mekanisme kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Capaian Positif Anton-Poti di Tengah Sorotan
  • Capaian Positif Anton-Poti di Tengah Sorotan
  • Capaian Positif Anton-Poti di Tengah Sorotan
  • Capaian Positif Anton-Poti di Tengah Sorotan
  • Capaian Positif Anton-Poti di Tengah Sorotan
  • Capaian Positif Anton-Poti di Tengah Sorotan