Limbah Dapur MBG Merak Batin Keluhkan Warga
DETAK NUSANTARA | LAMPUNG, Operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar,.Kabuoaten Lampung Selatan kini menjadi sorotan tajam publik.
Aktivitas pembuangan sisa olahan dapur yang diduga dilakukan saat malam hari memicu keluhan berat dari pemukiman sekitar akibat polusi bau dan risiko pencemaran. Insiden tersebut terungkap melalui rekaman video amatir penduduk pada Senin malam (28/9/2026).
Dalam rekaman itu, tampak cairan berwarna gelap pekat melintasi area trotoar dan mengalir langsung ke drainase publik tepat di depan Kantor Desa Merak Batin, diiringi aroma menyengat yang menyerupai bangkai.
Penelusuran di lokasi mengindikasikan bahwa luapan sisa olahan dapur tersebut merembet hingga ke badan jalan utama. Hal ini disinyalir dipicu oleh bak penampungan sementara yang tak mampu menahan debit limbah hingga jebol dan melimpah. Selain limbah cair, tumpukan sisa bahan makanan dan sampah olahan turut mengotori sepanjang saluran air warga.
Atas kejadian ini, warga mendesak jajaran Kepala Desa Merak Batin, Camat Natar, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Selatan untuk segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut. Pembuangan limbah sisa dapur skala besar tanpa melalui Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL/IPAL) yang benar dikhawatirkan dapat memperburuk sanitasi serta mencemari lingkungan pemukiman.
Hingga saat ini, pihak media masih terus berupaya mendapatkan klarifikasi dan penjelasan resmi dari pengelola SPPG Merak Batin terkait mekanisme pengelolaan limbah operasional mereka. (**)
