Boikot Masif Sidang PBB Warnai Pidato Netanyahu

DETAK NUSANTARA | AMERIKA SERIKAT, Gelombang aksi walkout mewarnai pelaksanaan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York. Hampir 70 utusan diplomatik dari berbagai belahan dunia termasuk delegasi Indonesia, Arab Saudi, dan Spanyol memilih hengkang dari ruang sidang saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, naik ke atas podium. Jumat kemarin (25/9/2026)

Aksi pengosongan kursi secara serentak tersebut membuat aula utama PBB mendadak lengang, meninggalkan deretan bangku kosong sebagai bentuk protes terhadap kebijakan militer dan agresi Tel Aviv di kawasan Teluk dan Palestina.

Kendati berpidato di hadapan ruangan yang minim delegasi, Pemimpin Israel tersebut memanfaatkan momen untuk melancarkan sanggahan atas kecaman internasional. Netanyahu membantah tudingan tindakan kolonialisme dan kejahatan perang yang dialamatkan ke negaranya, seraya menyinggung jejak sejarah negara-negara Barat seperti Inggris dan Prancis yang melontarkan kritik serupa.

Selain membalas deretan kritik dari Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait krisis kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat, pidato tersebut juga diwarnai ketegangan verbal terhadap figur pengkritiknya, termasuk tuduhan bias terhadap beberapa pihak internasional.

Di sisi lain, aksi pengosongan forum oleh para diplomat dari puluhan negara ini mempertegas makin terisolasinya posisi Israel di panggung diplomasi global. Momen keberangkatan bersama puluhan delegasi tersebut mengirimkan sinyal kuat mengenai sikap tegas dunia internasional terhadap dinamika konflik yang terus berlangsung. (**)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Boikot Masif Sidang PBB Warnai Pidato Netanyahu
  • Boikot Masif Sidang PBB Warnai Pidato Netanyahu
  • Boikot Masif Sidang PBB Warnai Pidato Netanyahu
  • Boikot Masif Sidang PBB Warnai Pidato Netanyahu
  • Boikot Masif Sidang PBB Warnai Pidato Netanyahu
  • Boikot Masif Sidang PBB Warnai Pidato Netanyahu