Ditengah Efisiensi PUPR Rohul Fokus Infrastruktur Berkualitas

DETAK NUSANTARA | RIAU, ROKAN HULU – Keterbatasan anggaran tak menyurutkan langkah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu untuk menjaga kualitas pembangunan. Efisiensi justru didorong menjadi strategi agar penanganan infrastruktur tetap berjalan, cepat, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas PUPR Rohul, H. Zulfikri, ST, dalam talk show “Surambi Nogori, Bupati Menyapa” di Studio II Diskominfo Rohul, Selasa (15/9/2026).

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Infrastruktur Berkualitas, Rokan Hulu Maju” itu, Zulfikri memaparkan arah pembangunan infrastruktur Rohul untuk lima tahun ke depan.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka akses antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas perekonomian.

“Pembangunan infrastruktur menjadi fondasi konektivitas. Kalau akses antarwilayah semakin baik, maka pergerakan masyarakat dan ekonomi juga semakin mudah,” ujar Zulfikri.

Dalam menjalankan programnya, PUPR Rohul memiliki empat fokus utama, yakni Bina Marga, Sumber Daya Air, Penataan Ruang, dan Jasa Konstruksi.

Keempat sektor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan baru, tetapi juga pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur yang telah tersedia.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, PUPR Rohul memilih melakukan optimalisasi sumber daya yang tersedia. Salah satu langkah yang telah diterapkan yakni memanfaatkan material aspal sisa pekerjaan untuk menangani jalan berlubang di kawasan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Rohul.

Pemanfaatan material tersebut dilakukan pada 6 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan kerusakan jalan sekaligus mengurangi material yang terbuang.

“Selain mengurangi limbah, ini mempercepat penanganan. Tapi tetap sesuai standar agar tidak asal-asalan,” kata Zulfikri.

PUPR Rohul juga menerapkan pola swakelola untuk sejumlah pekerjaan yang membutuhkan penanganan lebih cepat. Dengan pola tersebut, pemerintah berharap proses perbaikan dapat dilakukan secara lebih responsif sesuai kondisi lapangan.

Namun, efisiensi tetap harus berjalan beriringan dengan pengawasan. Setiap pekerjaan infrastruktur dituntut memenuhi standar teknis sehingga penggunaan anggaran yang terbatas tetap menghasilkan pekerjaan yang memiliki manfaat dan daya tahan.

Sejumlah ruas jalan masuk dalam perhatian dan prioritas penanganan tahun ini. Di antaranya Jalan Lingkar KM 4, Banjar Datar–Rokan IV Koto, Tambusai Timur–Lubuk Kerapat, serta Dalu-Dalu–Pekan Tebih.

Ruas-ruas tersebut dinilai memiliki peran penting terhadap konektivitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah Rokan Hulu.

Dukungan terhadap langkah efisiensi PUPR juga disampaikan Indra. Menurutnya, inovasi dalam penggunaan anggaran perlu terus dilakukan selama tidak mengorbankan mutu pekerjaan.

“Efisiensi dengan aspal sisa dan swakelola itu tepat. Tapi kuncinya pengawasan. Ini uang rakyat, harus berkualitas,” tegas Indra.

Ke depan, PUPR Rohul menyiapkan sejumlah langkah untuk memperbaiki tata kelola infrastruktur. Salah satunya melalui pembangunan database jalan berbasis Geographic Information System (GIS).

Sistem tersebut nantinya dapat digunakan untuk memetakan kondisi jalan secara lebih terukur. Data yang tersedia diharapkan menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan, peningkatan maupun pemeliharaan jalan.

Selain digitalisasi data, PUPR juga mendorong pemanfaatan material lokal dalam pembangunan infrastruktur. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menyesuaikan pembangunan dengan potensi sumber daya yang tersedia di daerah.

Tidak kalah penting, sistem pengaduan masyarakat akan diperkuat. Masyarakat nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari pengawasan dengan menyampaikan informasi terkait kondisi infrastruktur yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Pola tersebut diarahkan pada konsep pemeliharaan preventif, sehingga kerusakan infrastruktur dapat diketahui dan ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.

Zulfikri menegaskan pembangunan infrastruktur Rohul ke depan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaksana pekerjaan dan masyarakat.

“Infrastruktur baik, konektivitas kuat, ekonomi bergerak, kesejahteraan meningkat,” pungkasnya. (EP) (DN.0016)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ditengah Efisiensi PUPR Rohul Fokus Infrastruktur Berkualitas
  • Ditengah Efisiensi PUPR Rohul Fokus Infrastruktur Berkualitas
  • Ditengah Efisiensi PUPR Rohul Fokus Infrastruktur Berkualitas
  • Ditengah Efisiensi PUPR Rohul Fokus Infrastruktur Berkualitas
  • Ditengah Efisiensi PUPR Rohul Fokus Infrastruktur Berkualitas
  • Ditengah Efisiensi PUPR Rohul Fokus Infrastruktur Berkualitas