Ninja Sawit Merajalela, Petani Rokan Hulu Menjerit

 


DETAK NUSANTARA | RIAU, Petani kelapa sawit di Lubuk Bendahara Siliwangi, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kini diliputi keresahan mendalam. Aksi pencurian Tandan Buah Segar (TBS) yang oleh warga dijuluki “Ninja Sawit” semakin merajalela dan terjadi berulang kali. Senin, (28/9/2026)

Ironisnya, pelaku tidak hanya menyasar buah yang sudah matang dan siap panen, tetapi juga TBS yang masih mengkal. Akibatnya, banyak petani gagal panen dan kehilangan sumber pendapatan utama.

“Jangankan sampai masak, masih mengkal saja sudah habis dininja orang,” ujar salah seorang petani dengan nada kecewa.

Pardi, salah seorang petani di Lubuk Bendahara, mengaku pada putaran panen minggu ini sama sekali tidak bisa memanen. Seluruh buah di kebunnya telah raib dicuri orang. Bahkan pelepah sawit yang semestinya belum diturunkan habis digunduli dan berserakan di lahan.

“Putaran minggu ini saya tidak panen karena buah sawit di kebun sudah habis dininja orang,” kata Pardi, Saat diwawancarai, Minggu (27/9/2026).

Keluhan serupa disampaikan Dorlan. Ia juga mengaku tidak panen minggu ini karena TBS di lahannya sudah hilang dicuri.

“Pelepah berserakan, buahnya sudah habis dicuri,” katanya.

Petani lainnya, F. Mangunsong, Kali Sutan, dan Halim Siregar juga mengaku mengalami hal yang sama. Pola pencuriannya hampir seragam, buah diambil diam-diam dan pelepah dibiarkan berserakan.

Tidak hanya soal pencurian, warga juga menemukan indikasi lain yang meresahkan. Kali Sutan, petani di wilayah Siliwangi Dusun Kampung Baru, mengaku pernah menemukan benda yang menyerupai bong yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika di sekitar area kebun.

Namun, warga menyadari keterkaitan benda tersebut dengan pelaku pencurian sawit belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari aparat berwenang.

Selain itu, warga juga menyoroti keberadaan sejumlah peron atau tempat penampungan dan pembelian TBS yang berdiri di sekitar wilayah perkebunan Siliwangi. Keberadaan peron tersebut dinilai perlu mendapat pengawasan karena dikhawatirkan menjadi tempat penampungan TBS hasil curian.

“Di daerah kebun kami ada berdiri peron sawit. Entah ada izinnya atau tidak, kami tidak tahu,” kata Kali Sutan.

Pembina DPW LSM Komunitas Ekonomi Kecil (Korek) Riau, Halim Siregar, yang juga memiliki lahan di Lubuk Bendahara, mengaku menjadi korban berulang. Lahan miliknya terus-menerus dicuri sehingga menimbulkan kerugian.

Menurut Halim, persoalan ini sudah tidak bisa dibiarkan dan harus segera mendapat tindakan tegas dari aparat kepolisian. Ia mengaku sebelumnya sudah pernah berkoordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Rokan IV Koto terkait maraknya aksi ninja sawit di wilayah tersebut.

“Lahan saya ada di Lubuk Bendahara dan terus-terusan dicuri. Saya bersama masyarakat akan mendesak Polsek Rokan IV Koto agar turun dan menindaklanjuti persoalan ini,” ujar Halim.

Warga berharap Polres Rokan Hulu, Polsek Rokan IV Koto, dan Bhabinkamtibmas Desa Lubuk Bendahara tidak hanya menunggu laporan, tetapi lebih proaktif melakukan patroli, pengawasan, serta pembinaan di kawasan perkebunan.

Langkah preventif dinilai sangat penting, termasuk melakukan patroli rutin di jalur kebun dan pengawasan terhadap peron-peron penampung TBS yang ada di sekitar Siliwangi.

Masyarakat menegaskan, kebun sawit merupakan sumber penghasilan utama warga Lubuk Bendahara. Jika aksi pencurian terus dibiarkan tanpa penindakan, selain merugikan secara ekonomi, juga berpotensi menimbulkan konflik horizontal antar warga dan mengganggu stabilitas kamtibmas di wilayah tersebut. (DN.0016)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ninja Sawit Merajalela, Petani Rokan Hulu Menjerit
  • Ninja Sawit Merajalela, Petani Rokan Hulu Menjerit
  • Ninja Sawit Merajalela, Petani Rokan Hulu Menjerit
  • Ninja Sawit Merajalela, Petani Rokan Hulu Menjerit
  • Ninja Sawit Merajalela, Petani Rokan Hulu Menjerit
  • Ninja Sawit Merajalela, Petani Rokan Hulu Menjerit