Pelatihan AI Dan Robotika Untuk Santri Indonesia
Kehadiran orang nomor dua di Indonesia tersebut disambut hangat oleh pimpinan tertinggi PP Dalwa, Abuya Al Habib Zain Hasan Baharun, bersama jajaran dewan pengasuh, para kiai sepuh, serta para ibu nyai. Agenda utama dari kunjungan ini adalah meninjau secara langsung integrasi nyata antara pendidikan karakter berbasis syariah dengan kurikulum teknologi mutakhir, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan bidang robotika terapan.
Dalam peninjauannya di kompleks pesantren, Wakil Presiden menyaksikan langsung bagaimana para santri memperagakan karya teknologi serta program simulasi komputer berbasis AI. Fenomena ini membuktikan bahwa batas antara sains modern dan pendidikan keagamaan tradisional kini telah melebur secara harmonis.
Dengan populasi santri mencapai lebih dari 20 ribu orang, PP Dalwa menjadi contoh konkret lembaga pendidikan Islam yang tanggap terhadap disrupsi zaman. Pemerintah memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen pesantren yang tidak hanya mendidik santri menjadi alim ulama, melainkan juga menyiapkan mereka menjadi tenaga profesional dan technopreneur di era digital.
Pemberdayaan teknologi di lingkungan pesantren memiliki dampak multidimensional yang sangat strategis diantaranya ;
Kemandirian Ekonomi: Santri yang mahir di bidang digital dapat membangun ekosistem usaha independen serta mendukung ekonomi syariah digital.
Resiliensi Informasi: Kemampuan memahami teknologi membuat santri lebih bijak dalam menyaring arus informasi, terhindar dari hoaks, dan mampu memproduksi konten dakwah yang sejuk serta edukatif.
Daya Saing Global: Lulusan pesantren memiliki ijazah kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Salah satu poin penting yang digarisbawahi dalam dialog antara pemerintah dan pimpinan pesantren adalah krusialnya peningkatan kapasitas tenaga pendidik (musyrif dan ustaz). Di era transformasi digital, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator literasi teknologi yang beretika.
Pemerintah mendorong pendidik di pesantren untuk terus mengasah kecakapan digital agar proses transmisi keilmuan berjalan efektif. Penguasaan instrumen teknologi oleh para pengajar diyakini dapat membentengi generasi muda dari dampak negatif ruang siber, sekaligus memanfaatkan algoritma AI untuk keperluan syiar kebaikan yang lebih luas.
Di samping meninjau sarana laboratorium komputer dan robotik, kunjungan kerja ini diisi dengan pertemuan silaturahmi tertutup bersama para ulama senior. Hubungan erat antara umara (pemerintah) dan ulama (pemimpin agama) senantiasa menjadi fondasi paling ampuh dalam menjaga stabilitas politik, sosial, dan ketahanan nasional.
Dalam forum yang berlangsung khidmat tersebut, jajaran pemerintah menyampaikan permohonan doa restu kepada para kiai dan bu nyai agar kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan agenda pembangunan negara.
Pimpinan PP Dalwa, Abuya Al Habib Zain Hasan Baharun, menyambut hangat permohonan tersebut dan mendoakan agar agenda pemerintahan membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Mudah-mudahan jadi tambah keberkahan untuk Dalwa, untuk Pak Wapres, dan juga untuk negeri ini," Ujar Abuya Al Habib Zain Hasan Baharun
Aspek mendasar lainnya yang terungkap dalam lawatan ini adalah potensi besar pengembangan ekonomi berbasis pesantren (pesantren-preneurship). Dengan basis massa santri dan alumni yang tersebar di seluruh pelosok negeri, pesantren memiliki ekosistem ekonomi yang sangat solid.
Integrasi teknologi AI dan otomatisasi diyakini dapat mempercepat digitalisasi sektor usaha milik pesantren, yang meliputi:
1. Digitalisasi Manajemen Logistik:Pengelolaan rantai pasok kebutuhan santri secara terintegrasi dan akurat.
2. Fintech Syariah Mandiri: Transaksi keuangan internal yang transparan berbasis sistem aplikasi modern.
3. Pemasaran UMKM Santri: Optimalisasi platform digital dan e-commerce untuk memasarkan produk-produk kreasi santri ke pasar luar daerah hingga internasional.
Dukungan pemerintah terhadap penguatan infrastruktur teknologi di pesantren diharapkan dapat memicu kemandirian finansial lembaga, sehingga tidak lagi bergantung penuh pada bantuan luar melainkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal.
Rangkaian kegiatan kenegaraan di Kabupaten Pasuruan diakhiri dengan agenda ibadah dan penelusuran sejarah perjuangan tokoh pendiri lembaga. Wapres bersama rombongan menunaikan ibadah shalat Jumat berjamaah di Masjid Baitul Ghoffar yang berada di area tengah kompleks pesantren.
Suasana egaliter dan penuh rasa persaudaraan tampak jelas ketika pejabat negara, dewan pengajar, dan ribuan santri beribadah dalam satu saf yang sama. Sebelum bertolak kembali menuju Jakarta melalui Bandara Internasional Juanda, Wakil Presiden meluangkan waktu secara khusus untuk berziarah ke makam pendiri PP Dalwa, Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun. Ziarah ke makam tokoh pejuang pendidikan Islam ini merupakan bentuk penghormatan setinggi-tingginya atas jasa para ulama terdahulu dalam membangun pondasi moral dan pendidikan karakter bangsa.
Kunjungan resmi Wakil Presiden ke PP Dalwa Pasuruan mempertegas posisi strategis pesantren dalam peta pembangunan nasional. Pesantren modern telah membuktikan kapasitasnya untuk berdiri sejajar dengan lembaga pendidikan umum dalam hal penguasaan sains dan teknologi terkini.
Dengan memadukan ketahanan moral-spiritual dan kecakapan teknologi digital, pesantren di Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk mencetak SDM unggul. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan ikhtiar para ulama akan menjadi pendorong utama terwujudnya visi Indonesia Emas yang maju, berdaya saing, serta berakhlak mulia. Sumber BPMI Setwapres (DN.001)
